Polisi bidik kasus dugaan korupsi pungutan pajak di Sidoarjo

Reporter : Moch. Andriansyah | Senin, 25 Maret 2013 23:02




Polisi bidik kasus dugaan korupsi pungutan pajak di Sidoarjo
Demo GMNI. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jawa Timur tengah membidik kasus dugaan tindak korupsi pungutan pajak reklame tahun 2003-2007 di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sidoarjo. Menurut Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, AKBP Edwan Syaiful, dugaan kasus korupsi ini dilakukan Dinas Pendapatan Daerah Kab Sidoarjo dan PT SPA.

Dia menambahkan, kerjasama keduanya bermula saat PT SPA memberikan biaya operasional sebesar 25 persen dari jumlah pajak reklame setiap bulan serta biaya operasional tambahan sebesar 10 persen. Dengan catatan, apabila hasil pendapatan proyek pemasangan reklame melebihi target. "Dengan pola kerja sama seperti ini, negara mengalami kerugian yang cukup tinggi," kata Edwan saat ditemui di kantornya, Senin (25/3).

Sayang, Edwan belum berani memastikan berapa total kerugian negara akibat kerjasama terselubung tersebut. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil audit yang dilakukan oleh pihak BPKP.

"Kerjasama yang dilakukan oleh kedua belah pihak ini, melanggar Pasal 2 dan 3 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999, yang telah diubah menjadi Undang Undang Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," tegasnya.

Saat ditanya, siapa-siapa saja yang rencananya akan diperiksa terkait dugaan kasus korupsi ini, dia memilih bungkam. "Untuk sementara kita belum menyebut satu-per satu nama-nama siapa saja yang akan kita tetapkan sebagai tersangka, karena kita juga masih menunggu gelar perkara yang akan melibatkan satuan kerja terkait," elak Edwan.

Ditemui terpisah, Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Suhartoyo membenarkan pihak Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jawa Timur tengah menyelidiki kasus korupsi dengan nomor laporan: LPA/189/XI/2012/Jatim tertanggal 27 Nopember 2012 lalu.

"Tapi, sampai saat ini, kita masih menunggu hasil audit BPKP dan gelar perkara. Karena hasil audit dan gelar perkara itulah, yang akan kita gunakan sebagai alat atau untuk menentukan dan menetapkan siapa-siapa saja yang terlibat dalam kasus ini," kata Suhartoyo.

Suhartoyo menambahkan pihaknya terus meminta keterangan dari pihak-pihak terkait untuk menyeret para tersangka. "Seperti menunggu hasil audit, kemudian gelar perkara, memeriksa beberapa orang saksi dari pihak-pihak terkait, jadi memang butuh waktu lama untuk mengungkapnya," tandas dia.

[lia]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Kasus Korupsi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Bersama Sarasvati, Sara Wijayanto akan undang kita ke dunia hantu
  • Dua sastrawan ini diduga berbuat kriminal
  • 5 presiden paling digilai wanita di dunia
  • Syarat nikah siri di Tebet sederhana, cukup bawa pasangan
  • Kontroversi Jokowi ikut rayakan Natal di Papua
  • 5 Cara simpel atasi smartphone Android yang tak mau di-charge
  • Heboh jasa penghulu khusus nikah siri bergelar profesor di Tebet
  • Jakarta pagi ini diwarnai kecelakaan dari mobil sampai truk
  • Kisah pilu Fanisa, korban tsunami Aceh dijual ke Malaysia
  • Cerita di balik rumah putih yang kokoh diterjang longsor dahsyat
  • SHOW MORE