PNS buron naik golongan meski berstatus almarhum

Reporter : Yulistyo Pratomo | Rabu, 23 Januari 2013 01:16




PNS buron naik golongan meski berstatus almarhum
PNS. www.pdk.or.id

Merdeka.com - Bustarizal, PNS di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Riau, diketahui naik golongan meski berstatus almarhum. Bustarizal juga buronan Polda Riau terkait kasus pemalsuan Penetapan Angka Kredit (PAK) 1.820 guru.

"Kisah meninggalnya Bustarizal, DPO kasus LPMP Riau memang terbilang penuh misteri. Bayangkan saja, seingat saya dia sudah dinyatakan meninggal sekitar tahun 2009 atau awal tahun 2010 di Mekkah saat Umroh," kata seorang staf LPMP Riau, yang mengaku mengenal Bustarizal, Selasa (22/1) dikutip antara.

Bagaimana tidak aneh, menurut dia, meski telah dinyatakan meninggal dunia, pada tanggal 20 Oktober 2010, atau setahun pasca"almarhumnya" Bustarizal, justru ada penerbitan Surat Keputusan (SK) Kepala LPMP Riau No.657/F21/KP/2010 tentang Penanggungjawab Urusan (PJU) pada Sub Bagian Umum di mana pada lampirannya masih mencantumkan nama buronan itu.

Bahkan, kata dia, pada SK tersebut, Bustarizal justru malah naik golongan dari sebelum dinyatakan DPO hingga pasca berstatus buron dan meninggal dunia.

"Di SK itu, tercantum Bustarizal dengan Pangkat Penata Ruang Golongan III C dengan jabatan staf kepegawaian.

Jika memang jajaran pimpinan LPMP Riau mengetahui kalau Bustarizal telah almarhum, kata dia, mengapa yang bersangkutan masih dicantumkan pada SK tersebut.

"Bahkan anehnya lagi, Bustarizal yang pada tanggal 3 Februari 2009 masih berpangkat Penata Muda Tingkat I Golongan Ruang III B, justru dinaikkan pangkatnya," kata dia.

Aneh "bin ajaib" dan menjadi pertanyaan, katanya, siapakah yang mengurus kenaikan pangkat almarhum Bustarizal? "Apakah 'arwah' Bustarizal sendiri atau ada pihak lain? Sementara kebiasaan yang ada di LPMP Riau, pada setiap periode kenaikan pangkat, masing-masing pegawai wajibnya dimintai untuk melengkapi sendiri semua berkas persyaratan kenaikan pangkatnya untuk selanjutnya diserahkan kepada Kepala Sub Bagian Umum melalui penanggungjawab urusan kepegawaian," katanya.

Alurnya belum putus sampai di situ, di mana sumber yang enggan disebut namanya ini menjelaskan, bahwa kemudian semua berkas pengusulan kenaikan pangkat pegawai itu dikirimkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ketika itu masih bernama Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta.

Terkait kasus Bustarizal, Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP Hermansyah mengatakan pihaknya akan menelusuri kasus yang telah lama tak tertuntaskan ini.

"Kasus ini akan dibuka kembali kalau memang telah ditutup dan pengembangan juga telah bisa dilakukan," katanya.

[tts]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# PNS

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Review: Indonesia menang, Indonesia pulang
  • ATM dipakai bercermin, perempuan China disiksa pengunjung mal
  • Sempat minta diundur, Akbar akhirnya restui Munas Golkar di Bali
  • Gara-Gara CGI, 'JURASSIC WORLD' dikritik keras
  • Mendagri suruh Malaysia ngaca kalau mau kritik Jokowi
  • Akbar Tandjung ingatkan Ical agar gelar Munas sesuai AD/ART
  • Ternyata, ini arti di balik mimpi tentang pembunuhan
  • Presidium penyelamat Partai Golkar siap islah dengan kubu Ical
  • Gara-gara Vino Bastian, wanita ini kecanduan main film
  • Akbar gagal lobi Ical mundurkan pelaksanaan Munas di Bali
  • SHOW MORE