Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pimpinan TNI harus minta maaf kepada wartawan

Pimpinan TNI harus minta maaf kepada wartawan Megawati danTjahjo Kumolo. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pimpinan TNI harus meminta maaf secara terbuka kepada wartawan yang menjadi korban pemukulan belasan anggota Marinir di Padang. Tidak hanya itu, pimpinan TNI juga wajib mengklarifikasi maksud dari aksi kekerasan tersebut.

"Pimpinan TNI harus meminta maaf kepada wartawan tersebut secara terbuka," ujar anggota Komisi I DPR, Tjahjo Kumolo, kepada wartawan, Jakarta, Kamis (31/5).

"Apapun pimpinan TNI harus klarifikasi apa motif sebenarnya, faktor beking atau faktor khilaf atau salah paham," tanya sekjen PDIP ini.

Tjahjo mengatakan insiden kekerasan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. "Apa pun bisa berembug dengan baik sesama manusia," kata Tjahjo.

Dia menambahkan insiden itu juga bisa merusak citra TNI. "Ini merupakan pelanggaran disiplin dan bisa indikasi pidana," ujarnya.

Sebelumnya, tiga wartawan terluka akibat dianiaya saat melakukan peliputan pembongkaran warung remang-remang di kawasan Bungus, Padang, Sumatera Barat pada Selasa (29/5). Penganiayaan tersebut dilakukan oleh belasan anggota marinir TNI AL.

Kejadian berawal ketika ketiga wartawan meliput pembongkaran warung remang-remang oleh Satpol PP bersama warga. Tiba-tiba para Marinir yang berada di lokasi dan tidak berpakaian dinas menyerang pewarta tersebut dengan merebut paksa kamera, memori dan kaset, kemudian dihancurkan. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP