Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pilkades Serentak di Tengah Pandemi, Bupati Bogor Curhat Soal Anggaran

Pilkades Serentak di Tengah Pandemi, Bupati Bogor Curhat Soal Anggaran Bupati Bogor Ade yasin. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Bogor tengah dipusingkan dengan kemungkinan membengkaknya anggaran penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada 20 Desember 2020.

Sebab, kebiasaan menggelar pilkades terpusat pada satu tempat di setiap desa, kini harus Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus disebar ke beberapa titik. Tujuannya untuk menghindari kerumunan.

"Paling banyak 500 orang per TPS. Jadi harus dibagi ke beberapa titik di setiap desanya. Karena seperti di Desa Bojonggede itu 32.250 orang yang masuk daftar pemilih," kata Bupati Bogor, Ade Yasin, Kamis (10/12).

Kebijakan itu dikeluarkan setelah Ade Yasin mengikuti rapat koordinasi dalam persiapan Pilkades Serentak 2020 bersama Menteri Dalam Negeri.

"Tadi pesannya harus ada protokol kesehatan secara ketat selama pelaksanaan pilkades. Artinya ada pembatasan jadi harus ada penambahan TPS. Tapi anggaran yang kita siapkan itu untuk menggelar pilkades seperti tidak ada pandemi," kata Ade.

Pemkab Bogor telah menyiapkan anggaran penyelenggaraan Pilkades Serentak 2020 sebesar Rp20 miliar, dalam APBD Perubahan 2020.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Renaldy Yushab Fiansyah mengatakan, Untuk mengurangi kerumunan saat pemilihan, pihaknya juga bakal menerapkan sistem shifting.

"Misal, yang semula satu TPS 500 untuk kita kurang jadi 250. Jadi sebagian pagi sisanya siang," tuturnya.

Pilkades Serentak 2020 ini diikuti 88 desa yang tersebar di 34 kecamatan. Sejauh ini, DPMD telah menyiapkan 667 TPS dengan jumlah pemilih sekitar 737.000 orang.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP