PHI menangkan gugatan stringer Reuters

Reporter : Alwan Ridha Ramdani | Rabu, 5 September 2012 13:15




PHI menangkan gugatan stringer Reuters
wartawan demo antikekerasan. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), akhirnya menangkan gugatan yang dilayangkan stringer Reuters, Crack, terkait kejelasan status kerja. Selama ini stringer tidak punya kejelasan status dalam bekerja.

Lembaga Bantuan Hukum Pers menegaskan pada 4 September 2012, telah dibacakan putusan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) yang memenangkan gugatan Crack. Crack dinyatakan sebagai karyawan tetap dan mendapat hak sebagaimana karyawan tetap.

"Ini merupakan gugatan kali pertama stringer di dunia pers dan sekaligus dimenangkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial," ujar Kepala Divisi Ligitasi LBH Pers Sholeh Ali dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, (5/9).

Dia menegaskan dengan adanya putusan dengan nomor perkara No. 55/PHI.G/2012/PN.JKT.PST, maka ada kejelasan status bahwa stringer dapat dikatakan sebagai karyawan tetap. Stringer bekerja dan memiliki resiko pekerjaan sama dengan karyawan.

"Karena sering tidak dianggap karyawan oleh perusahaan pers. Resiko di lapangan atas beban dan tantangan kekerasan yang dialaminya dilapangan, perusahaan memilih cuci tangan dengan alasan bukan karyawan. Walaupun sudah bekerja puluhan tahun," ungkapnya.

Soleh menegaskan pengadilan memberikan tenggat waktu pada Reuters untuk melaksanakan putusan atau bandung. Jika sampai batas waktu 14 hari, tidak mengajukan kasasi maka putusan tersebut menjadi putusan tetap. "Putusan ini juga memberikan hak-hak yang sama bagi stringer," katanya.

[arr]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Proses seleksi lelang jabatan dirjen pajak harus terbuka
  • RS Daya Medika tawarkan paket bayi tabung Rp 30 juta
  • Anggota TNI AD dibacok di Ciracas masih dirawat intensif
  • Ada 50 belatung bersarang di hidung lelaki India ini
  • Beraksi saat Car Free Day, dua copet diciduk polisi
  • Diduga disabet geng motor di Pejaten, Nur Zaman kritis
  • Pertamina harus sanggup kelola sendiri Blok Mahakam
  • Bentrok Brimob dan TNI bikin warga Tembesi Batam trauma
  • Kocak, netizen goda anak Jokowi soal Mahabharata hingga HP rusak
  • Pemkot Solo mimpi akuisisi 'Omah Lowo' senilai Rp 15 M
  • SHOW MORE