Perwakilan warga Madura: Kami hanya butuh tempat tinggal
Merdeka.com - Perwakilan warga Madura di Jakarta H Mukhlis mengatakan, harapan masyarakat Kampung Sumur yang menolak penggusuran hanya agar diberikan lahan untuk tempat tinggal dan berusaha.
"Intinya kami hanya mohon lahan saja dari 9,5 hektare yang ada di sana karena memang kami tahu tanah itu belum jelas kepemilikannya," kata H Mukhlis di Jakarta, Sabtu.
Mukhlis menjelaskan, mereka sudah menempati lahan tersebut selama sekitar 32 tahun dan bukan hanya warga Madura tapi juga dari berbagai suku tinggal disana.
"Jadi jangan asal klaim kalau ada bukti silakan tunjukkan kepada kami, kami siap diajak berbicara," tambah Mukhlis dikutip antara, Sabtu (18/5).
Menurut dia, warga sudah pernah duduk bersama dengan pihak PT GCK yang mengklaim tanah tapi tidak menghasilkan kesepakatan.
Sekitar dua bulan terakhir dikeluarkan imbauan dari Wali Kota Jakarta Timur untuk mengeksekusi lahan dengan menggusur warga, namun diprotes warga.
Puncak protes warga melakukan aksi pemblokiran jalan Gusti Ngurah Rai dengan memalang jalan dengan mobil yang bannya dikempeskan pada Sabtu sekitar pukul 7.30 WIB.
Mobil yang memblokir jalan seperti truk, metromini, busway, mikrolet yang dihentikan paksa oleh warga.
Akibat aksi blokir jalan tersebut, arus lalu lintas dari Buaran ke Kampung Bulak maupun sebaliknya terhenti.
Warga yang melintas terpaksa mencari alternatif dengan memutar melalui permukiman.
Aksi pemblokiran jalan berakhir setelah ada kesepakatan di mana warga akan bertemu dan berdialog dengan Wali Kota Jakarta Timur dan Gubernur DKI Joko Widodo Jakarta pada Senin (20/5). (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya