Perusahaan Nazaruddin dibayar buat ikut lelang simulator

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Selasa, 23 April 2013 19:42

Perusahaan Nazaruddin dibayar buat ikut lelang simulator
Nazaruddin. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Salah satu anak perusahaan Grup Permai, PT Kolam Intan Prima, milik terpidana kasus korupsi Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, ternyata dibayar buat mengikuti lelang proyek simulator roda dua dan empat. Perusahaan milik suami Neneng Sri Wahyuni itu diduga cuma pelengkap syarat proses lelang, lantaran memang sengaja berkas administrasi dan penawarannya dibuat tidak lengkap.

Fakta itu terungkap dalam berkas dakwaan terdakwa kasus dugaan korupsi simulator, Djoko Susilo. Menurut ketua tim Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, Kemas Abdul Roni, saat membacakan dakwaan, guna memuluskan PT Citra Mandiri Metalindo Abadi sebagai pemenang lelang, maka dibuat proses lelang yang direkayasa.

Hal itu dilakukan oleh Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukotjo S. Bambang, atas perintah Direktur PT CMMA, Budi Susanto, atas sepengetahuan Ketua Panitia Lelang, AKBP Teddy Rusmawan.

"Sukotjo diminta menyiapkan beberapa perusahaan tertentu sebagai pendamping dalam proses pelelangan. Dia meminta bantuan Warsono Sugantoro alias Jumadi buat dicarikan beberapa perusahaan buat dipinjam namanya," kata Jaksa Roni saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (23/4).

Sukotjo lantas memberikan duit Rp 20 juta kepada Warsono sebagai biaya buat menyiapkan berbagai perusahaan itu. Akhirnya terkumpul beberapa perusahaan yang seolah mengikuti tender itu.

Pulung melanjutkan, pada proyek pengadaan simulator SIM roda dua, ada lima perusahaan mengikuti lelang. Yakni PT Bentina Agung, PT Digo Mitra Slogan, PT Kolam Intan Prima, PT Pharma Kasih Sentosa, dan PT CMMA.

Sementara dalam pengadaan simulator roda empat, ada tujuh perusahaan mendaftar. Yakni PT Bentina Agung, PT Digo Mitra Slogan, PT Kolam Intan Prima, PT Pharma Kasih Sentosa, PT CMMA, PT ITI, dan PT Dasma Pertiwi Sakti.

Kemudian, lanjut Pulung, Djoko memerintahkan agar PT CMMA lulus seleksi administrasi dan teknis, maka proses lelang diatur. PT ITI dan PT Dasma Pertiwi tidak memasukkan dokumen penawaran. Sementara PT Kolam Intan Prima dan PT Pharma Kasih Sentosa memasukkan dokumen penawaran, tapi administrasinya dibuat tidak lengkap.

Lantas, pada tahap evaluasi teknis, dokumen teknis PT CMMA dibuat lengkap dan membawa unit simulator roda dua dan empat. Sementara, PT Bentina Agung dan PT Digo Mitra Slogan tidak lengkap dan tidak membawa unit simulator.

"Sehingga hanya PT CMMA yang melakukan demo teknis di Aula Djayusman, Kantor Korlantas Polri, di hadapan terdakwa dan panitia pengadaan," ujar Pulung.

Usai evaluasi teknis, panitia pengadaan mengusulkan dan menetapkan PT CMMA sebagai pemenang lelang proyek simulator. Tetapi, PT CMMA justru mengalihkan pekerjaan pengadaan simulator itu kepada PT ITI. Hal itu terbukti dengan adanya surat pemesanan (pre order) dari PT CMMA ke PT ITI.

Dalam persidangan perkara lain pun, Muhammad Nazaruddin membenarkan PT Kolam Intan Prima adalah anak perusahaannya. Bahkan, beberapa mantan anak buah Nazaruddin, yakni Yulianis, Oktarina Furi, dan Mindo Rosalina Manulang mengakui hal itu.

[did]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Ingin lebih bahagia? Cobalah untuk menulis buku harian
  • Obama teken UU baru, janji intel AS tak lagi sadap data warga dunia
  • TNI AU tak dendam anggotanya tewas saat bentrok dengan Kopassus
  • Kemendagri resmi serahkan data kependudukan ke KPU untuk pilkada
  • 'MAGIC HOUR' Michelle Ziudith, Dimas Anggara cinta sejatinya?
  • Dua brand ini yang paling getol pasang iklan di TV
  • Jelang puasa, Jokowi minta Kapolri tindak tegas penimbun sembako
  • Kiko dianggap buat Malu, YG pilih restui Taeyang - Min Hyo Rin?
  • Kubu Agung Laksono: Islah itu tidak ada lagi, pilkada kita yang urus
  • Mabuk, anggota polisi tabrak toko servis komputer hingga hancur
  • SHOW MORE