Percetakan uang palsu Rp 1,2 triliun diduga di Jakarta

Reporter : Ilham Kusmayadi | Selasa, 30 April 2013 18:53

Percetakan uang palsu Rp 1,2 triliun diduga di Jakarta
uang palsu di Bogor. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Jajaran Polres Bogor Kota terus menyelidiki Umriyah (46) ibu rumah tangga asal Kampung Legok Muncang, Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan, Kota Bogor yang diduga mengedarkan uang palsu. Tak tanggung-tanggung Umriyah menyimpan uang palsu Rp 1,2 triliun.

"Kita masih selidiki terkait tempat pembuatan atau percetakan uang palsu yang diduga ada di daerah Jakarta, dan kita juga masih memburu tiga pelaku lainnya," kata Kapolres Bogor Kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama, Selasa (30/4).

Lebih lanjut Bahtiar menjelaskan dalam penggeledahan di kediaman pelaku petugas mengamankan barang bukti uang Rp 1,2 triliun dengan pecahan, 27 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu, 50.549 lembar uang Brazil pecahan 5.000 real dan 400 lembar uang Brazil 1 real, 1718 lembar uang pecahan Rp 100 rupiah, dan 153 lembar uang dolar Singapura pecahan 1.000 dolar Singapura.

"Selain menemukan barang bukti berupa uang senilai Rp 1,2 triliun, juga ditemukan barang bukti lainnya berupa plat sertifikat palsu dari bank Swiss yang terbuat dari tembaga," ungkapnya.

Menurut AKB Bahtiar pelaku menjalankan peredaran uang palsu di wilayah Kota Bogor dan kota-kota besar lainnya selama kurun waktu lima tahun. "Uang ini untuk digandakan dan sebagai alat transaksi mereka," ujarnya.

Pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan terkait sindikat peredaran uang palsu serta mengejar pelaku lainnya bernama Eyang Aswong, Absah dan suami tersangka yang diduga sebagai otak pelaku.

Di hadapan petugas, pelaku sempat mengelak jika dituduh sebagai pengedar uang palsu. Ia juga mengaku jika foto dirinya yang menggunakan seragam Inspektur Jenderal dan Gubernur hanya untuk kenang-kenangan saja.

"Saya cuma iseng saja mas, biar mereka yang mau menggandakan uang dan masyarakat percaya saya punya uang banyak," katanya.

Lebih lanjut ibu empat anak ini mengaku sempat di penjara pada 2010 di Sukabumi dalam kasus uang palsu. "Saya ditahan 1 tahun, karena kedapatan menyimpan uang palsu, terus setelah bebas saya tergiur lagi dengan bisnis ini karena untungnya besar," katanya.

[hhw]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Uang Palsu

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






BE SMART, READ MORE
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • ESDM tengah godok aturan penghapusan premium di Jakarta
  • Diselamatkan dari maut, anak gajah ini ogah lepas dari 'ibunya'
  • Suryono akan gugat cerai Bella Shofie minggu depan!
  • Heboh polisi razia di jalan kampung & terima duit recehan
  • Usai dilantik, Risma-Whisnu fokus 4 agenda utama benahi Surabaya
  • Modal Rp 500.000 bisa jadi 'teller' Bank BTPN di daerah
  • Harry Styles siap bantu pemilik kedai kari favoritnya buka cabang
  • [Part 3] Menyusul cinta hingga ke liang lahat
  • IPW minta Jokowi copot Jaksa Agung dan Menkum HAM
  • Tinggal serumah dengan Lembu, Masayu: Tanya sama orangnya deh
  • SHOW MORE