Penggerebekan narkoba di Medan diawali tangkapan di Banjarmasin

Reporter : Yan Muhardiansyah | Rabu, 24 April 2013 12:31




Penggerebekan narkoba di Medan diawali tangkapan di Banjarmasin
narkoba. shutterstock

Merdeka.com - Polisi mengeluarkan keterangan resmi mengenai penggerebekan dua lokasi di Medan yang menewaskan dua tersangka pengedar narkoba kemarin. Polisi memaparkan sindikat internasional ini terbongkar menyusul penangkapan tiga pengedar narkoba di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Ini bermula dari penangkapan terhadap tiga tersangka di Banjarmasin dengan barang bukti 7 kg sabu-sabu, 7.000 butir pil psikotropika jenis happy five, tepung ekstasi, dan cairan yang diduga mengandung bahan narkotika," kata Brigjen Arman Depari, Direktur IV Bareskrim Mabes Polri, di halaman Hotel Grand Aston Medan, Rabu (24/4).

Tersangka yang ditangkap di Banjarmasin yaitu DN (32), RH (29) dan MR (23). Mereka diringkus di Hotel Amaris, Hotel Jelita dan Mandiri Permai, Banjarmasin, pada 18 April 2013.

Setelah dilakukan pengembangan, ketiga tersangka mengaku mendapatkan barang ilegal itu dari Medan. Tim dari Direktorat IV Bareskrim Mabes Polri pun bergerak ke Medan dan menangkap Ramadhan P Kesuma (RPK) dan Selly Satria Aprianto (SSA) alias Kiki dari Hotel Grand Aston.

"Tersangka RPK mencoba melawan petugas dengan menusukkan pisau, untung petugas kita menggunakan pakaian antisenjata tajam. Kemudian dilakukan penembakan untuk melumpuhkan, namun tersangka RPK meninggal di perjalanan," jelas Arman.

Petugas kemudian melakukan pengembangan ke sebuah rumah di Kompleks Bukit Hijau Regency, Medan Selayang. "Kiki berusaha lari sehingga ditembak dan meninggal dunia," jelas Arman.

Dari rumah di Kompleks Bukit Hijau Regency didapati 100 gr sabu-sabu. Sebelumnya, di Hotel Grand Aston didapati 2,5 kg sabu-sabu dan lebih dari 10.000 ribu butir ekstasi.

Berdasarkan pengembangan polisi, narkoba yang diedarkan para tersangka ini berasal dari Malaysia. Barang ilegal itu masuk ke Indonesia melalui Tanjungbalai, Asahan.

"Kita sudah bekerja sama dengan polisi Malaysia untuk mengejar tersangka Mursal Ever yang masih DPO. Rumah di Bukit Hijau Regency juga milik tersangka ini," jelas Arman.

Selain Mursal, polisi juga memburu FR, Encek, dan WNR. "Tim masih bekerja di Tanjungbalai, Asahan. Kita juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan ini di Lombok, Bali, Surabaya, Malang juga Jakarta."

Selain para tersangka, polisi mengamankan barang bukti dengan total 9 kg sabu-sabu, 10.021 butir pil ekstasi, 6.785 butir erimin 5 (happy five). Mereka juga mengamankan 14 unit handphone dan sebilah pisau.

Seperti diberitakan, dua orang tewas dalam penggerebekan narkoba di Medan. Seorang tewas dalam penggerebekan di Hotel Grand Aston Medan dan seorang lagi di Perumahan Bukit Hijau Regency, Medan Selayang, Selasa (23/4) petang.

Belakangan, kedua orang yang tewas masing-masing RPK (26) dan Kiki (26). Seorang tersangka dikabarkan ditangkap dalam keadaan hidup. Dari penggerebekan di dua lokasi ini, petugas mengamankan barang bukti sekitar 2 kg sabu-sabu dan 10.000 butir ekstasi.

[ren]

KUMPULAN BERITA
# Kasus Narkoba

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Lama menikah, ini curhat David tentang Victoria Beckham
  • Golkar sebut Jokowi gagal wujudkan koalisi tanpa syarat
  • Gunung Slamet 'adem', warga tetap waspada
  • BIN ikut dalami identitas 4 WNA yang ditangkap di Poso
  • Pergi ke pasar, Suharto dibekuk Densus 88 di Purworejo
  • Rektor UIN: Politik itu kompromi, tak mungkin tinggalkan parpol
  • Muhaimin pasrah diberi jatah menteri apa saja
  • Jauhi uang palsu dengan 3D
  • Perempuan Thailand bunuh diri dengan terjun ke kolam penuh buaya
  • SDA daftarkan kepengurusan baru PPP ke Kemenkum HAM
  • SHOW MORE