Merdeka.com tersedia di Google Play


Pengasuh pondok pesantren paksa 20 murid jadi joki UN

Reporter : Moch. Andriansyah | Jumat, 19 April 2013 13:21


Pengasuh pondok pesantren paksa 20 murid jadi joki UN
ujian nasional. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sebanyak 20 joki ujian nasional (UN) untuk Kejar Paket C di Kabupaten Tuban, Jatim, tidak ditahan setelah menjalani pemeriksaan di Mapolres. Pengasuh ponpes IE (39) ditetapkan sebagai tersangka atau otak perbuatan tersebut.

"Pelaku joki UN sebanyak 20 siswa sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing, Rabu (17/4) sore setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolres Tuban," kata Kapolsek Soko, Tuban, AKP Subagyo, didampingi Kanit Binmas Aiptu Aris S, dikutip antara Jumat (19/4).

Subagyo menyebutkan terungkapnya kasus joki UN Kejar Paket C di Ponpes Al Ya'un Najwa di Desa Mentoro, Kecamatan Soko, ketika pelaksanaan UN di hari kedua, Selasa (17/4). "Pelaku joki UN itu atas suruhan IE," kata dia dikutip antara.

Ia menjelaskan pelaksanaan UN Kejar Paket C di ponpes itu sejak hari pertama ketika soal Bahasa Indonesia dan PKN sudah dicurigai pengawas independen dari Universitas Airlangga. Saat itu pengawas melihat 44 siswa peserta UN umumnya masih kecil.

Namun, lanjut dia, pengawas dengan didampingi petugas kepolisian baru mengumpulkan peserta UN di hari kedua setelah peserta mengerjakan soal Sosiologi.

Dari hasil pengusutan, kata dia, diketahui ada 20 siswa peserta UN yang bertindak sebagai joki, sedangkan sembilan siswa murni peserta UN Kejar Paket C.

"Tapi 15 siswa lainnya yang diduga juga joki UN sudah pergi ketika dikumpulkan itu," ungkapnya.

Dengan terungkapnya joki UN di ponpes itu, lanjut Aris S, pelaksanaan UN Kejar Paket C di ponpes setempat tetap berjalan, tapi hanya diikuti sembilan siswa.

Sementara Kasubag Humas Polres Tuban AKP Noersento mengatakan pengasuh Ponpes Al Ya'un Najwa IE ditetapkan sebagai tersangka karena yang menyuruh 20 joki UN yang juga santri di ponpesnya dengan imbalan uang.

Tersangka, kata dia, akan dijerat dengan Pasal 266 Ayat 1 junto Pasal 55 Ayat 1 KUHP yang ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

"Barang bukti yang diamankan sejumlah kartu UN juga soal UN," katanya.

[tts]

KUMPULAN BERITA
# Ujian Nasional

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Ujian Nasional, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Ujian Nasional.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Leonardo DiCaprio lancarkan balas dendam di film terbaru!
  • Bridestory.com, komunitas wedding vendor yang inspiratif
  • Demi ikut pemilu ulang, Suku Bela tempuh 45 kilo berjalan kaki
  • Hadiri rapat di PBNU, JK tak bahas soal cawapres Jokowi
  • Usai pesta miras oplosan, 6 orang di Malang tewas
  • JK: Belum ada komunikasi dengan Jokowi
  • Pengamat sebut Jokowi jangan buat warga beli kucing dalam karung
  • Monyet di Brasil ini sedih saat melihat pasangannya sekarat
  • Korupsi Rp 2 M, direktur keuangan PD Pembangunan Medan ditahan
  • Soal UN di Bangkalan hanya tersedia 4 pilihan jawaban
  • SHOW MORE