Penembakan di halte Transjakarta pakai senapan angin
Merdeka.com - Kasatreskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Dian Perry membenarkan adanya aksi penembakan halte bus Transjakarta ini. Ia menduga, pecahnya dua kaca di dua halte bus itu dengan menggunakan senapan angin.
"Semalem katanya memang ada penembakan, tapi motifnya belum jelas, apakah iseng, soalnya ini menggunakan senapan angin. Itu yang kami selidiki," jelasnya saat dihubungi wartawan, Minggu (5/8).
Hal itu, menurutnya, karena ketika kaca tersebut pecah, saksi yang melaporkan ke polisi tidak mendengar adanya suara keras letupan seperti senjata api. Petugas juga tidak menemukan butiran peluru di lokasi kejadian.
"Kalau senjata api, ada suaranya tapi ini tidak. Untuk itu, kuat dugaan ditembak dengan senapan angin," kata Dian.
Sebelumnya diberitakan Dua Halte Busway di Jakarta Timur ditembak oleh penembak misterius, Sabtu (4/8) malam. Selain Busway di Cawang Otista, sebuah Halte Busway Cawang Ciliwung, di Jl MT Haryono, Jatinegara, Jakarta Timur juga ditembaki oleh orang tidak dikenal.
"Tapi ini seperti ada yang menembak dari arah jalanan. Sayangnya, saya tidak lihat siapa yang melakukan, karena jalanan ramai. Setelah itu, saya langsung lapor ke atasan saya, setelah itu lapor ke Polsek Jatinegara," ujar Syarif salah satu petugas halte.
Akibat penembakkan kaca di dua halte bus ini, belum diketahui berapa total kerugian yang dialami pihak pengelola Transjakarta. Kasusnya saat ini ditangani oleh Polres Jakarta Timur. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya