Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah harus awasi \'asmara subuh\'

Pemerintah harus awasi \'asmara subuh\' Ilustrasi

Merdeka.com - Kalangan ulama Aceh mengimbau pemerintah dan pihak berwenang untuk mengawasi kegiatan jalan pagi atau 'asmara subuh' yang dilakukan anak muda dan mudi pada setiap Ramadan. Asmara subuh kerap terjadi penyimpangan Syariat Islam.

"Kegiatan 'asmara subuh' itu salah satu penyakit masyarakat karena tidak menutup kemungkinan melanggar syariat Islam, selain dapat membatalkan pahala puasa," kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh Tgk Faisal Ali di Banda Aceh seperti dilansir dari antara, Jumat (20/7).

Kegiatan jalan pagi muda-mudi setelah salat subuh atau 'asmara subuh' itu menyimpang karena bercampur baurnya laki-laki dan perempuan yang jelas-jelas bukan muhrim.

Aceh, sebagai salah satu provinsi di Indonesia berkomitmen menjalankan Syariat Islam, sehingga berbagai kegiatan pelanggaran syariah menjadi kewajiban pemerintah untuk melarangnya.

Selain itu, Faisal mengimbau aparat kepolisian menertibkan aksi balapan liar kalangan remaja yang kerap dilakukan setelah salat tarawih dan subuh di sejumlah ruas jalan terutama di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

"Aksi balapan liar remaja di jalan raya itu juga telah mengusik ketenangan dan ketertiban umum, jadi hal tersebut jelas melanggar hukum yang harus ditertibkan pihak kepolisian," katanya menambahkan. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP