Merdeka.com tersedia di Google Play


Pemerintah diminta evaluasi Kurikulum 2013

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Selasa, 2 April 2013 12:45


Pemerintah diminta evaluasi Kurikulum 2013
Pendidikan Indonesia. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Persiapan penerapan kurikulum 2013 dinilai kurang. Banyak guru di daerah belum siap karena kebingungan dengan rencana perubahan kurikulum bakal diterapkan empat bulan lagi itu. Sebab itu, ombudsman RI mengusulkan kepada pemerintah agar kembali mengevaluasi rencana penerapan kurikulum tersebut.

"Persiapannya jelas minim mengingat waktu yang tersedia tinggal empat bulan lagi," kata Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, Budi Santoso, Selasa (2/4).

Budi menjelaskan, sekarang ini masih banyak guru di lapangan belum siap. Mereka kebingungan dalam menerapkan kurikulum anyar tersebut. Bahkan kebingungan itu berujung pada penolakan yang dilakukan oleh organisasi guru, antara lain Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

Penolakan juga datang dari Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) dan Koalisi Pendidikan serta pelbagai organisasi guru di sejumlah daerah. Menurut Budi, sosialisasi pelaksanaan kurikulum anyar terbatas pada struktur kurikulum mengenai jumlah mata pelajaran dan jam pelajaran tentu.

Padahal, dia melanjutkan, struktur kurikulum dan mata pelajaran anyar belum menyeluruh untuk sebuah penerapan kurikulum yang baru. Karena tidak disertai penjabaran detail sampai pada tahap implementasi teknisnya.

"Oleh karenanya, meskipun pelatihan guru khusus untuk kurikulum belum dimulai, tetapi mengingat guru yang harus dilatih sangat besar jumlahnya sementara waktu yang tersedia sangat terbatas, maka efektifitas pelatihan yang mepet dengan penerapan Kurikulum 2013 diragukan akan berhasil," ungkap Budi.

Dengan demikian, kata dia, adanya indikasi ketidaksiapan para guru tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Alasannya, kurikulum baru justru akan mengorbankan jutaan siswa didik pada semua tingkatan pendidikan.

Anak didik sebagai penerima layanan pendidikan berpotensi menjadi pihak yang dirugikan dengan ketidaksiapan penerapan kurikulum itu. "Termasuk dalam hal ini ketidaksiapan para gurunya," tutur Budi.

[mtf]

KUMPULAN BERITA
# Pendidikan

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Pendidikan, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Pendidikan.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Tari Buku 1.022 siswa SD di Surabaya pecahkan rekor MURI
  • Tak terima akan dilebur ke Mandiri, pekerja BTN lapor Hatta
  • Review: Keunggulan lima poin dari Sterling
  • Kijang tabrak balita hingga tewas terpental ke sungai
  • Tim bola kalah, warga juga jarah dan bakar rumah polisi di Buol
  • [FOTO] Imutnya kebiasaan Kim Woo Bin pemeran Young Do Ini
  • Giliran Agus Marto dituding di balik peleburan BTN-Mandiri
  • Hasil pemilu legislatif, PDIP juara di Kota Bandung
  • KH Maimun Zubair akui kenal Prabowo di Yordania
  • Keramahan dan keindahan jadi alasan Tasya Kamila betah di Jepang
  • SHOW MORE