Pembunuhan Berantai: Mujianto diduga psikopat

Reporter : Nurul Julaikah | Kamis, 16 Februari 2012 14:45




 Pembunuhan Berantai: Mujianto diduga psikopat
ilustrasi pembunuhan. sxc.hu

Merdeka.com - Mujianto alias Menthok alias Genthong (24), tersangka pembunuhan berantai 13 orang di Nganjuk, Jawa Timur, menjalani pemeriksaan kejiwaan. Pria yang membunuh para 'pacar' pasangan homoseksual dan majikannya, JS, itu diduga psikopat.

"Saat ini tim psikologi sedang memeriksa kejiwaan, apakah tersangka psikopat atau apa?" kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (16/2).

Saud mengatakan Mujianto diperiksa kejiwaannya karena dia dan majikannya adalah pasangan homoseksual. "Dan korbannya cukup besar," ujar dia.

Aksi kejahatan Mujianto dimulai dengan cara menghubungi orang-orang yang dianggap 'pacar' JS.
"Kemudian (calon korban) diajak ketemuan di suatu tempat di Nganjuk dan diajak muter-muter," ungkap Saud.

Setelah singgah di satu tempat, lanjut Saud, calon korban ditraktir makan dan minum yang sudah diberi racun tikus merek Timex. Setelah korban pingsan, Mujianto lantas menitipkannya kepada masyarakat sekitar dengan alasan akan mencari pertolongan medis.

"Dari situ dia menghilang," ujar Saud.

Mujianto mengaku telah membunuh 15 orang, sembilan orang pada 2011 dan enam orang 2012. Dua dari enam orang tersebut, M Faiz dan Anton Sumartono, diketahui masih hidup karena kadar racun yang tidak terlalu tinggi. Faiz kini dalam kondisi sekarat.

Mujianto ditangkap di rumah JS di Desa Sonopatik, Berbek, Nganjuk, pada Selasa (14/2) malam. Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa lima ponsel, tiga sim card, sebuah sepeda motor Honda Supra 125, helm dan pakaian.

[ren]
Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • 8 Macaroon paling unik dan lezat di Jakarta yang wajib dicoba
  • 'INSIDE OUT' Bawa Kamu Kenali Lima Suara Dalam Pikiranmu
  • Dalam waktu dekat, KPK limpahkan berkas perkara BG ke Kejagung
  • Menteri Yuddy bela Ahok disebut tak beretika dan tolak pemakzulan
  • Jokowi ngaku belum baca draf Inpres Pemberantasan Korupsi
  • Mengenaskan, rating drama Hyun Bin dibantai drama Song Jae Rim
  • Polri tegaskan pemeriksaan Denny Indrayana bukan kriminalisasi
  • 6 'Senjata' pria yang bikin wanita terpesona
  • Dukung eksekusi hukuman mati, Granat demo di Dermaga Wijaya Pura
  • Boko Haram tewaskan 68 orang saat salat subuh
  • SHOW MORE