Paus terdampar di Pantai Tanjung Jabung Timur Jambi

    Reporter : Hery H Winarno | Sabtu, 8 September 2012 15:54

    Paus terdampar di Pantai Tanjung Jabung Timur Jambi
    Paus Terdampar. REUTERS / Dwi Oblo

    Merdeka.com - Lagi-lagi paus terdampar di wilayah perairan nusantara. Kali ini seekor paus dilaporkan terdampar di pantai timur Provinsi Jambi, tepatnya di Desa Sungai Jambat, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Ahmad Riyadi Pane mengatakan, berdasarkan laporan dari Kades Sungai Jambat, paus dengan panjang sekitar 13 meter itu ditemukan warga setempat pada Kamis (6/9) malam.

    "Warga sempat menyiram paus ini dengan air garam dengan harapan tetap hidup," ujar Ahmad Riyadi Pane seperti dikutip dari Antara, Sabtu (8/9).

    Namun paus tersebut akhirnya mati pada Jumat (7/9) sore. Ahmad mengatakan, DKP Tanjabtim tengah berkoordinasi dengan DKP Provinsi Jambi untuk menindaklanjuti penanganan bangkai mamalia raksasa tersebut.

    Ahmad juga menyebutkan selama ini belum pernah sekalipun ada temuan ikan besar terdampar di pantai timur Tanjung Jabung Timur.

    Sementara itu, Kasi Wilayah III Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Provinsi Jambi Nurasman mengatakan, BKSDA Jambi tengah menurunkan tim guna mengecek langsung kondisi paus tersebut.

    "Kami sekarang posisinya dalam perjalanan menuju lokasi. Informasi jelasnya kami belum tahu pasti jenisnya," ujarnya.

    Menurut dia, posisi Desa Sungai Jambat cukup jauh dan hanya bisa ditempuh melalui jalur laut. Kondisi lokasi paus yang terdampar juga dikelilingi oleh lumpur dan hutan mangrove.

    Dihubungi terpisah, salah seorang warga Desa Sungai Jambat, Agus mengatakan, paus tersebut sebelumnya pertama kali dilihat oleh sopir speedboat Sungai Benuh pada Jumat (7/9).

    "Ketika pertama kali dilihat, paus masih dalam keadaan hidup, tapi keberadaan paus masih diacuhkan sopir speedboat," ujarnya.

    Namun ketika dicek oleh beberapa warga, ikan tersebut sudah dalam kondisi tak bernyawa lagi. Kondisi badan ikan terlihat masih utuh.

    Warga memperkirakan, kematian paus tersebut disebabkan karena masuk ke dalam lekukan laut, sehingga binatang raksasa itu tidak dapat keluar dari lekukan dan akhirnya mati.

    "Sekarang kami biarkan saja, mau didorong bangkainya ke tengah laut juga tidak mungkin. Kecuali air laut pasang besar, baru bisa bangkai ikan paus dipindahkan," jelasnya.

    Kades Sungai Jambat Edi Leonardo MS mengatakan, bangkai paus tersebut saat ini menjadi tontonan ratusan warga di daerah itu. "Kondisinya sudah jadi bangkai sekarang dan jadi tontonan ratusan warga dari beberapa desa di sini," katanya.

    [hhw]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Paus Terdampar# Top

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Modal beken tak cukup buat Dhani kalahkan Ahok di Jakarta
  • [VIDEO] Karaoke, Nikita Mirzani goyangkan 'aset' tubuhnya
  • Beragam cara jegal Ahok pimpin Jakarta lagi
  • Empat orang ini dikubur hidup-hidup tapi selamat bangkit lagi
  • Saling tuding Ahok-Yusril demi raih kursi DKI 1
  • 5 Bisnis menguntungkan bisa dimulai dari kamar Anda
  • Maksa syuting, Kevin Julio pingsan di lokasi sampai tiga kali!
  • Fakta-fakta jatuhnya Super Tucano di Malang
  • Lima bangunan ini hancur karena korupsi pengembang
  • Daftar baru orang kaya AS paling murah hati, total amal Rp 94,5 T
  • SHOW MORE