Pasca bentrok, 17 napi Lapas Tanjung Gusta disebar ke 4 penjara

Reporter : Yan Muhardiansyah | Jumat, 26 April 2013 22:03




Pasca bentrok, 17 napi Lapas Tanjung Gusta disebar ke 4 penjara
Lapas Tanjung Gusta Medan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Karena menilai masih tingginya potensi bentrok di Lapas Tanjung Gusta, Kanwil Kemenkumham Sumut tidak hanya memindahkan 4 narapidana. Mereka menyebarkan 17 narapidana dari sana ke 4 penjara di Sumut, Jumat (26/4) petang.

"Karena kita menilai akan membahayakan, supaya tidak terjadi bentrok susulan kita pindahkan 17 orang ke UPT yang ada di jajaran Kemenkum dan HAM Sumut," kata Amran Silalahi, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM Sumut.

Ke-17 napi ini dipindahkan menumpang tiga kendaraan pengangkut tahanan ke empat penjara lain, yaitu Lapas Pematangsiantar, Tebingtinggi, Binjai dan Lubukpakam. Semuanya tampak diborgol sebelum dinaikkan ke kendaraan yang membawanya.

Amran sempat memberi penjelasan soal penyebab bentrok antarnapi ini. Dia membenarkan pemicunya adalah pemukulan terhadap napi bernama A Siong, terkait utang piutang.

"Kemudian simpatisan kedua belah pihak mencoba melanjutkan," jelas Amran.

Rekan sekamar A Siong menanyakan pemukulan itu sehingga berbuntut pemukulan berikutnya. Dalam kejadian ini, seorang napi bernama Suprianto terluka di pelipis.

Keributan antara kedua kelompok pun terjadi di lapangan tengah lapas. Akibatnya, seorang napi Murdianto mengalami luka tikam pada bagian punggung kiri.

Meski sempat diamankan polisi khusus lapas, keributan kembali terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Dua kelompok kembali bentrok di lapangan tengah lapas.

Akibatnya, seorang napi bernama Cemy alias Alexander mengalami luka parah pada bagian kepala. Dia langsung dibawa ke RS Bina Kasih. "Setelah penusukan sebenarnya sudah ada penyelesaian, tapu ada yang mencoba memanaskan, yaitu Alexander. Dia sebenarnya tidak termasuk dalam dua kelompok ini. Terjadi pengeroyokan hingga akhirnya dia dibawa ke RS Bina Kasih," jelas Amran.

Amran mengakui, ada benda tajam yang digunakan dalam bentrok itu. Namun, dia membantah napi menggunakan belati.

Kata Amran, kasus ini masih diselidiki polisi. "Masih dalam lidik," jelasnya.

Amran menyatakan A Siong yang pertama kali dipukuli tidak termasuk dalam rombongan napi yang dipindahkan.

Salah seorang napi yang dipindahkan adalah Syahputra Sitepu alias Dewa. Dia merupakan pimpinan kelompok yang memukuli A Siong. Meski tak mau diwawancarai, saat digiring ke kendaraan yang akan membawanya ke Lapas Pematangsiantar, Syahputra berjalan sambil berkata-kata.

"Yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan," ucapnya berulang-ulang.

Seperti diberitakan, narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta, Medan, bentrok, Jumat (27/4). Akibatnya, tiga orang dikabarkan terluka, seorang di antaranya kritis.

[lia]
Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Bentrokan Lapas

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Tanggal pernikahan Johnny Depp - Amber Heard akhirnya terungkap!
  • JK akui daya saing produk lokal tertinggal dari negara di ASEAN
  • Berdiri di depan pintu saat hujan, Gede tewas tersambar petir
  • Kehabisan darah, pembunuh anggota Brimob tewas di Polda Sumsel
  • Kabareskrim soal penangkapan BW: Tidak ada balas dendam
  • Pulang ke Solo, Jokowi bertemu Ganjar bahas ketahanan pangan
  • Berkat tahlilan keluarga, jenazah korban AirAsia teridentifikasi
  • PKS: Jokowi jadi pendekar utama, bukti KMP tak kekanak-kanakan
  • JK pesimis mata uang ASEAN terwujud
  • JK: MEA jadi tantangan sekaligus peluang ekonomi Indonesia
  • SHOW MORE