Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasar Soekarno untuk wong cilik di Sukoharjo

Pasar Soekarno untuk wong cilik di Sukoharjo Soekarno. merdeka.com/Merdeka

Merdeka.com - Peringatan Bulan Bung Karno Juni tahun ini juga dilakukan serempak sejumlah daerah. Di  Sukoharjo, Jawa Tengah, sebuah pasar bernama Pasar Tradisional Ir Soekarno pun didirikan.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, menjelaskan penamaan pasar, yang peletakan batu pertamanya dilaksanakan 8 Juni lalu, adalah sebagai penghormatan warga Sukoharjo terhadap jasa-jasa dan cita-cita Bung Karno.

Dia berharap, dengan bertambahnya pasar tradisional, cita-cita Bung Karno agar orang-orang Marhaen (wong cilik) bisa sejahtera dan mandiri, bisa tercapai.

"Maka itu bertepatan dengan Bulan Bung Karno pasar kota Sukoharjo yang baru diberi nama pasar tradisional Ir Soekarno," ujar Wardoyo dalam acara 'Malam Bung Karno dan Pancasila' di lapangan Simpang Lima, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (23/6) malam, lewat siaran pers.

Sementara itu, Puan Maharani, sebagai perwakilan keluarga Bung Karno yang hadir dalam acara, mengapresiasi keputusan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo tersebut.

"Saya mewakili keluarga mengucapkan terimakasih kepada Pak Bupati dan rakyat Sukoharjo karena sudah memberi nama pasar kota di sini pasar Soekarno. Karena sudah menyandang nama Bung Karno, kita harus bergotong royong supaya pasar ini mewarisi api semangat beliau yang ingin Indonesia itu berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang ekonomi dan menyejahterakan wong cilik," kata Puan, cucu Bung Karno.

Puan bersama bupati jajaran Pemkab Sukoharjo dan ratusan kader PDIP, turut menyaksikan pagelaran sendratari dengan tema Lahirnya Pancasila. Ketua DPP PDIP Bidang Politik itu mengungkapkan rasa gembiranya saat menyaksikan acara sendratari itu.

Bagi Puan, hal ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah dan masyarakat Sukoharjo terus menjaga dan terus berusaha mewujudkan Pancasila.

Namun, Puan mengingatkan agar nama pasar jangan hanya sekedar mengambil nama Soekarno. Akan tetapi nantinya harus berguna untuk seluruh rakyat Sukoharjo.

"Harus diingat selalu kenapa nama Soekarno digunakan, yaitu untuk menghargai jasa pahlawan yaitu Bung Karno dan cita-citanya agar bangsa Indonesia mandiri. Perlu kembalikan kebanggaan dan reputasi Indonesia di dunia internasional yang seperti dulu disegani," katanya.

"Bung Karno itu yang menggali Pancasila dari sejarah dan budaya Indonesia pada tanggal 1 Juni 1945. Jadi kalau bicara Bung Karno pasti akan bicara Pancasila. Dari awal beliau sudah bilang bahwa Pancasila itu dasar negara dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi," papar Puan. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP