Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Panwaslu DKI salahkan data awal DPT yang bermasalah

Panwaslu DKI salahkan data awal DPT yang bermasalah Daftar sementara pemilih cagub dan cawagub. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) DKI Jakarta Ramdansyah menilai, kekisruhan masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang digugat oleh tim sukses pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta karena data awal yang diserahkan ke KPU DKI Jakarta sudah berantakan.

Data awal yang tidak beres inilah yang memunculkan tudingan ada jual beli suara dalam penetepan DPT, hingga akhirnya menuduh menguntungkan salah satu pasangan calon.

"DPT kacau itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Namun khusus Jakarta, data awalnya sudah sampah jadi hasilnya juga sampah," ujar Ramdansyah, seusai menjadi narasumber dalam diskusi 'Mengurai Sengkarut DPT Pemilukada DKI Jakarta', di Bakoel Coffee Cikini, Jakarta, Minggu (10/6).

Dirinya menyebutkan, pencanangan pemerintah tentang KTP electronic (e-KTP) yang bebasis Single Identity Number (SNI) terlambat, karena seharusnya sudah diserahkan sebelum Daftar Pemilih Potensial Pemilu (DP4) diberikan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ke KPUD.

"Sekarang DPT sudah ditetapkan, satu-satunya jalan ya lakukan rekomendasi yang sudah saya sampaikan, yaitu berikan tanda pada pemilih ganda dan menahan kartu pemilih dari data ganda itu," jelasnya.

Sebelumnya, KPU DKI Jakarta sempat menunda penetapan DPT, yang seharusnya ditetapkan pada 26 April menjadi 2 Juni. KPU DKI Jakarta menetapkan, jumlah DPT untuk DKI Jakarta sebesar 6.982.000 pemilih. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP