Panglima TNI Resmikan Kogabwilhan, Penindak dan Pemulih Konflik
Merdeka.com - TNI meresmikan tiga Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan). Disebutkan, para pimpinannya berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI yang bertugas sebagai penindak awal dan pemulih bila terjadi konflik di wilayahnya, baik untuk operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).
"Tugasnya adalah untuk melaksanakan OMP dan OMSP. Unsurnya tiga matra, darat, laut, dan udara," kata Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, saat peresmian Kogabwilhan di Hakim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (27/9).
Menurut dia, Kogabwilhan I, II, dan III sudah dibahas di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62/2016. Karena itu, hanya melanjutkan apa yang ada di PP Nomor 62/2016 tersebut. Pembentukan Kogabwilhan didasarkan oleh Keputusan Presiden Nomor 27/2019.
Perlu diketahui, sebelum Kogabwilhan, TNI sudah pernah membentuk Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) yang terbagi menjadi tiga, Kowilhan I ada di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kowilhan II ada di Yogyakarta, Kowilhan III ada di Makassar, Sulawesi Tengah.
"Perbedaannya, Kowilhan belum ada penugasan seperti Kogabwilhan, yaitu OMP dan OMSP. Organisasinya langsung di bawah Panglima TNI. Tugas-tugas yang diberikan adalah dengan pendekatan geografis," ungkap Hadi.
Dia menyebut wilayah operasi Kogabwilhan dibagi ke dalam tiga wilayah pertahanan. Kogabwilhan I meliputi area darat, udara, dan laut di sekitar Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)-I beserta perairan sekitarnya. Markas Kogabwilhan I ada di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Kemudian, Kogabwilhan II yang bermarkas komando di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) meliputi wilayah darat, laut, dan udara di sekitar Kaltim, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan ALKI-II serta ALKI-IIIA beserta perairan sekitarnya.
Berikutnya, Kogabwilhan III meliputi wilayah darat, laut, dan udara di sekitar Maluku, Maluku Utara, Papua, dan ALKI-IIIB dan IIIC beserta perairan sekitarnya. Kogabwilhan III ini bermarkas di wilayah Biak, Papua.
Lebih lanjut Hadi menerangkan, ketiga Kogabwilhan dibentuk dengan tujuan masing-masing. Kogabwilhan I dibentuk karena melihat banyaknya ancaman dari Selat Malaka, termasuk untuk pengamanan Laut Natuna Utara. Kogabwilhan II dibentuk untuk melakukan pengamanan Ibu Kota baru.
"Kita perkuat sistem pertahanan udara pengamanan Ibu Kota. Sedangkan Kogabwilhan III untuk pengamanan perbatasan Papua, termasuk perairan di sekitar Papua," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya