Panggil ketua DPP PKS, KPK usut tanah Luthfi Hasan di Condet

Reporter : Putri Artika R | Senin, 22 April 2013 14:02




Panggil ketua DPP PKS, KPK usut tanah Luthfi Hasan di Condet
Jazuli Juwaini. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini kembali diperiksa KPK, terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Kali ini, Jazuli dicecar pertanyaan terkait dugaan kepemilikan tanah Luthfi di Condet Jakarta Timur.

"Saya dimintai keterangan tentang sebidang tanah di Condet atas nama Tanu Margono," kata Jazuli yang juga anggota komisi VIII DPR di KPK, Senin (21/4).

Tanah itu, menurut Jazuli, milik purnawiran TNI Tagu Margono. Jazuli mengatakan pada tahun 2011, tanah tersebut dikerjasamakan bersama kader PKS bernama Ahmad Zaky. Ahmad Zaky sendiri telah beberapa kali menjalani pemeriksaan di KPK.

"Dia ini (Ahmad Zaky) adalah kader PKS yang usahanya di bidang properti," jelas Jazuli.

Jazuli bahkan sempat ditawari investasi tanah tersebut oleh Ahmad Zaky. Namun saat itu, Jazuli menolaknya. Zaky juga sempat meminjam uang kepada Jazuli.

"Dia datang ke saya menawarkan investasi di tanah itu. Saya tidak berminat. Kemudian dia meminta, saya meminjami modal, saya bilang saya tidak punya uang," jelasnya.

Jazuli baru mengetahui pada pemeriksaan tadi, tanah tersebut dibangun rumah Luthfi. Jazuli pun juga tidak mengetahui luas tanah tersebut.

"Rupanya saya baru tahu dari penyidik di tanah Pak Tanu dibangun rumah ada salah satunya, namanya itu adalah Pak Luthfi," tutupnya sambil masuk ke Toyota Innova silver bernopol B 127 AY.

Beberapa waktu lalu, Jazuli menjalani pemeriksaan terkait mobil Ahmad Fathanah yang disita. Saat itu, Jazuli mengaku Toyota Prado atas nama Fathanah dibeli darinya. Namun meski telah dijual kepada Fathanah, BPKP masih atas nama Jazuli.

penyidik telah menyita empat mobil mewah yang diduga milik Ahmad Fathanah. Ahmad Fathanah merupakan orang dekat Luthfi. KPK menyita 4 mobil mewah Ahmad yakni Toyota FJ Cruiser hitam bernomor polisi B 1330 SZZ dan Alphard putih bernomor polisi B 53 FTI yang dibeli di dealer di Pondok Indah, Land Cruiser Prado hitam bernomor B 1739, serta sebuah Mercedes Benz.

Dari penyitaan mobil itu, ternyata mobil FJ Cruiser diduga milik Luthfi.

KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka pencucian uang. Dia diduga melakukan penyamaran harta dari hasil kejahatan korupsinya. Luthfi dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 dan Pasal 5 UU Nomor 8/ 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

[cob]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Jessica Iskandar lebih serius di buku kedua Jedar Power
  • IPW: Kinerja Polri di 2014 masih merah
  • Pulang nongkrong, pengendara Ninja dibegal di flyover Tebet
  • Sejak jadi pemangku Sika kerap ngamuk dan rusak rumah sendiri
  • Keren, 'STAR WARS' sukses galang donasi untuk UNICEF!
  • Gempa susulan 5,0 SR gunjang Halmahera Barat
  • Dilarang pacaran, siswi SMK Bangli nekat tenggak racun serangga
  • Politikus Demokrat tak rela pemuda apatis pada politik
  • Dituduh terlibat aksi pembajakan Sony Pictures, Korut bereaksi!
  • Faisal Basri dukung Jokowi berlakukan subsidi tetap pada BBM
  • SHOW MORE