Pabrik sarung Gajah Duduk di Pekalongan terbakar

Reporter : Ramadhian Fadillah | Kamis, 11 April 2013 20:13

Pabrik sarung Gajah Duduk di Pekalongan terbakar
kebakaran. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pabrik Sarung Gajah Duduk PT Pismatek yang berlokasi di Jalan Raya Truntum, Kelurahan Klego, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu tetapi kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah karena puluhan ribu kodi kain sarung merek Gajah Duduk, ikut ludes terbakar.

Kebakaran terjadi saat sebagian besar karyawan PT. Pismatex sedang beristirahat makan siang yang mendadak melihat ruang kombinasi muncul asap tebal hingga membakar ruang lipat, ruang etiket, packing, dan gedung perkantoran, Kamis (11/4).

Kobaran api sulit dihentikan karena mobil pemadam kebakaran datang terlambat ke lokasi sehingga api terus menjalar ke lokasi lainnya dan membakar 12 rumah milik warga yang berada di dekat pabrik.

Karyawan dan warga sekitar langsung memecahkan kaca ruang packing dan perkantoran untuk mengeluarkan semua sarung dan barang yang belum sempat terbakar.

Karyawan Pabrik Sarung Gajah Duduk, Slamet Suharjo mengatakan bahwa kebakaran terjadi karena diduga adanya percikan api dari kipas angin yang berada di dalam ruang kombinasi.

"Percikan api kemudian menjalar dan membakar semua kain sarung yang berada di dalam ruangan tersebut," katanya.

Menurut dia, karyawan sempat berusaha memadam kobaran api yang berada di dalam ruangan kombinasi dengan menggunakan tabung pemadam kebakaran tetapi api terus membesar dan sulit dipadamkan.

"Kemungkinan kebakaran itu karena hubungan arus pendek listrik pada kipas angin yang ada diaatas ruangan, kemudian terjadi percikan api yang membakar kain sarung yang berada di bawahnya," katanya.

Diretur Utama PT Pismatex, Muhammad Widodo mengatakan bahwa kebakaran terjadi karena hubungan arus pendek listrik pada kipas angin di ruang kombinasi.

"Percikan api itu kemudian membakar empat ruang yang lain, yaitu ruang lipat, ruang etiket, ruang packing, dan perkantoran.

Menurut dia, pada peristiwa kebakaran itu, sedikitnya 80 ribu kodi kain sarung yang sudah siap dijual dan dikirim kepada pelanggan dalam negeri dan luar negeri ikut terbakar.

"Nilai kerugian jumlahnya jelas miliaran rupiah. Akan tetapi pastinya berapa kami belum tahu," katanya.

Hingga Kamis petang , kobaran api belum sepenuhnya dapat dipadamkan sehingga sejumlah rumah warga yang berada di lokasi itu terancam terbakar.

[ian]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Kebakaran

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Kerja sama dua 'pemain' ini diklaim bisa bangun ekosistem e-commerce
  • Kisah lelaki dan alasan beristri banyak
  • Kisah Krisdayanti pernah bikin penyanyi Malaysia bete
  • Cekcok, siswi SMP digetok pacar pakai palu hingga tewas
  • Tangkap pelaku Bom Bangkok, polisi Thailand dapat hadiah Rp 1,1 M
  • Cara instan buat keren, Kim Woo Bin bagikan rahasia badan atletis
  • Empat istilah untuk menggambarkan ekonomi Indonesia saat ini
  • Lewat HMPI, Trah Cendana ingin benahi pertanian hingga pendidikan
  • Simak perjuangan dramatis Vitara Indra ikut JFC 2015
  • Cerita sadis ketua geng motor 'Amerika' bunuh geng tukang beling
  • SHOW MORE