Orang tua siswa mengeluhkan buku pelajaran berbau pornografi

Reporter : Ilham Kusmayadi | Rabu, 10 Juli 2013 16:44




Orang tua siswa mengeluhkan buku pelajaran berbau pornografi
Buku Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah orang tua siswa mengadu ke Dinas Pendidikan Kota Bogor, perihal materi buku tambahan mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 Sekolah Dasar (SD) terbitan CV Graphia Buana. Ada bau pornografi di salah satu ceritanya.

Dalam judul buku 'Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia. Untuk SD/MI Kelas 6' di halaman 55 hingga 60, siswa diminta untuk membaca soal cerita 'Anak Gembala dan Induk Serigala'.

Azwar, salah seorang orang tua siswa SD Gunung Gede, Bogor Tengah, Kota Bogor mengatakan dalam tema bacaan tersebut, terutama pada halaman 55-60 terdapat kalimat-kalimat bacaan bila dipersepsikan menimbulkan asumsi porno.

"Materi bacaanya tentang seorang pria yang masuk ke warung remang-remang, di situ ada ke lima ... Dari tempat hina di dunia ini, warung remang-remang tempat dia menjajakan badan ... Jakunnya bergerak turun naik melihat kemolekan perempuan itu ... Akhirnya terjadilah peristiwa yang merenggut kegadisannya, sekaligus menimbulkan tubuhnya janin di perutnya ...," kata Azwar membacakan materi Bahasa Indonesia yang dikeluhkannya.

Menurutnya bila membaca materi tersebut nyaris mirip seperti cerita porno yang dibuat seperti buku stensilan. "Bagi saya bila membacanya, pembaca akan membayangkan hal yang porno," katanya.

Menurutnya buku tersebut tak layak beredar di kalangan siswa kelas 6 yang usiannya masih 11 atau 12 tahun. "Maka dari itu saya minta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk menarik buku pelajaran yang sudah beredar," tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fetty Qondarsyah mengatakan pihaknya baru menerima laporan dari dua sekolah, yakni sekolah SDN Polisi 4 dan SDN Gunung Gede. "Kita akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah, untuk tidak menjadikan buku tersebut dijadikan buku pelajaran tambahan," paparnya.

Fetty juga mengatakan sudah seharusnya dalam sekolah tidak ada kegiatan jual-beli buku pelajaran, mengingat buku pelajaran pokok sudah diberikan secara gratis melalui sekolah. "Jika pihak sekolah ingin mengadakan buku tambahan, harus sepengetahuan kita dulu, nggak sembarangan," jelasnya.

Pihaknya berjanji akan menyelidiki lebih lanjut dan meminta klarifikasi dari pihak penerbit CV Graphia Buana. "Saya sendiri kaget, apabila tema bacaan tersebut disadur dari sebuah blog 'AkmalBlog' kemudian terlewati oleh tim penyunting penerbit dan kami akan selidiki ini," tegasnya.

Sementara itu pihak CV Graphia Buana, yang berkantor di Jalan Temanggung Wiradireja, Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor tidak berada di tempat. "Tidak ada orangnya mas, saya juga udang 30 menit nunggu salah seorang pegawainya disini," ungkap salah seorang pria saat ditemui di depan kantor CV Graphia Buana.

[ian]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Semester I 2014, pendapatan Jasa Marga Rp 280 miliar
  • Apindo Jabar akan tagih janji kampanye Jokowi-JK
  • Jokowi menang, kader Golkar yang dipecat ini cukur gundul
  • Sama-sama ngotot, Dorce sarankan capres 'hompimpa' saja
  • Kapolda sebut sempat ada massa Prabowo di HI, tapi tidak banyak
  • Komentar berita di media online jadi acuan Ahok garap program
  • Inikah penerus smartphone paling laris Motorola?
  • 'NINJA TURTLES' ber-'Rock N Roll' di trailer terbaru mereka
  • Korban pelecehan seksual siap damai dengan Raja Surakarta
  • 'Berapa uang keluar kalau KPU turuti keinginan Prabowo?'
  • SHOW MORE