Nestapa TKW, diperkosa hingga hamil sampai malu pulang kampung

Reporter : Ramadhian Fadillah | Jumat, 10 Mei 2013 05:04




Nestapa TKW, diperkosa hingga hamil sampai malu pulang kampung
Ilustrasi Penganiayaan. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - F (27), seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Surabaya ditemukan sedang menangis tersedu di sudut tempat parkir Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. F rupanya tak berani pulang ke kampung halamannya di Surabaya lantaran bukannya membawa uang sepulang bekerja di Oman. Justru dia tengah mengandung hasil dari pemerkosaan yang dilakukan majikannya.

F mengaku diberangkatkan dari salah satu PJTKI yang beralamat di Jalan Waru Cilincing Jakarta Utara pada 14 April 2011. F ditempatkan di Oman dengan majikan bernama Khaliq Saidi. Selama bekerja di sana dia mengaku sering mendapat perlakuan pelecehan seksual dari majikannya.

"Dia tadi nangis mau gugurin kandungannya, karena takut sama keluarga," ujar Ujang, seorang porter yang menemukan F, Kamis (9/5).

Ujang pun kemudian membawanya ke kantor BPNP2TKI yang berada di Selapajang, Kabupaten Tangerang agar Fitriayani mengadukan permasalahan yang sedang dia alami.

"Saya antar ke sana. Biar aduannya bisa menjadi catatan di BNP2TKI," ujarnya.

Nestapa TKW seolah tak pernah berakhir. Perlindungan yang lemah menjadi salah satu penyebab TKW yang bekerja di sektor informal seperti pembantu rumah tangga, menjadi korban. Majikan memperlakukan mereka seolah-olah sebagai budak.

Yang lebih parah, mereka yang tertular HIV/AIDS akibat kekerasan seksual yang mereka terima. Klinik Voluntary Counseling Test (VCT) Rumah Sakit Umum Daerah Margono Soekarjo Purwokerto sejak 2006 sampai sekarang menemukan 32 tenaga kerja Indonesia dan keluarganya yang terkena HIV.

Temuan ini berdasarkan hasil pemeriksaan HIV reaktif, kata Konselor VCT RSUD Margono Soekarjo, Dewi Nilamsari, di Purwokerto bulan Januari lalu.

Dewi mengatakan TKI dan keluarganya yang terkena HIV ini merupakan klien laboratorium klinik, sengaja datang sendiri ke klinik, maupun pasien RSUD Margono Soekarjo. Dari jumlah tersebut, hanya sembilan orang yang aktif menjalani pengobatan antiretroviral (ARV).

Transmisi penularan HIV bisa dari lima cara, yakni di penampungan, tempat kerja, pemerkosaan, aktivitas seksual TKI berisiko, dan aktivitas pasangan berisiko.

Baca juga:
TKW di Arab dilarang pulang 19 tahun oleh majikannya
Dubes Arab Saudi: Penyiksaan TKI hanya masalah kecil
Disiksa, gaji tak dibayar, TKI ini pulang ke rumah jadi gila
Hindari siksaan, TKI di Malaysia tewas saat melarikan diri
TKI diperkosa, SBY diminta usir Dubes Malaysia

[ian]

KUMPULAN BERITA
# Penganiayaan TKI

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Ethan Hawke tidak mudah menyerah pada 'PREDESTINATION'
  • Kecelakaan Transjakarta karena Kopaja terobos lampu merah
  • IHSG tetap melemah walau Jokowi jadi presiden
  • Tabrakan dengan Transjakarta, bus ringsek dan terguling
  • Wakil perdana menteri Turki sebut wanita tak boleh terbahak
  • 2 Helikopter sisir perairan Nabire cari korban kapal tenggelam
  • Benarkah 'TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES' adalah alien?
  • Tertibkan PKL Monas, Satpol PP minta bantuan TNI dan Polisi
  • Ribuan calon penumpang geruduk Stasiun Solo Balapan
  • OJK: Konsolidasi bank BUMN harus segera
  • SHOW MORE