Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mungkinkah pengeroyok di GBK diungkap lewat FB?

Mungkinkah pengeroyok di GBK diungkap lewat FB? TKP keributan Jakmania. merdeka.com/imam Buhori

Merdeka.com - Tiga suporter tewas usai menyaksikan pertandingan Persija kontra Persib di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (27/5) kemarin. Polisi pun sudah memeriksa 18 orang saksi untuk mengungkap kasus tersebut.

Di tengah duka yang mewarnai dunia olah raga tersebut, status facebook seseorang dengan akun 'Irwan Pangeranorenz Cikeaz' mengaku telah melakukan pemukulan terhadap suporter lawannya. Belum diketahui kebenaran perihal status tersebut, namun yang jelas status itu segera memancing hujatan di dunia maya.

Polisi pun berjanji akan mendalami pengakuan dalam status facebook tersebut.

"Akan kita telusuri soal Facebook itu," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Widarto kepada merdeka.com, Selasa (29/5).

Kejadian hampir serupa juga pernah terjadi saat kericuhan antara wartawan dengan SMA 6 Jakarta, Senin (19/9) tahun 2011 lalu. Kericuhan bermula dari kasus penganiayaan wartawan Trans7, Oktaviardi, pada Jumat (16/9/2011).

Okta saat itu dikeroyok siswa SMA lantaran mengambil gambar tawuran di sekitar area SMAN 6 Jakarta. Beberapa siswa tidak terima dan menyita rekaman kaset dari Okta. Atas insiden ini, puluhan wartawan lalu menggelar aksi damai memprotes tindakan represif tersebut di depan SMAN 6 Jakarta di wilayah Bulungan, Jakarta Selatan.

Tiba-tiba emosi kedua belah pihak pun tersulut dan bentrokan tak seimbang jumlah itupun pecah. Ratusan siswa SMAN 6 Jakarta adu fisik melawan sekitar 50 wartawan.

Beberapa wartawan mengalami luka-luka dalam kejadian ini. Tak berapa lama setelah kejadian, akun twitter atas nama @Gilang_Perdanaa ramai diburu pengguna media sosial. Hal ini lantaran tweet-tweet Gilang penuh dengan kebencian terhadap wartawan terkait kericuhan siang tadi. Bahkan @Gilang_Perdanaa mengakui bahwa dirinya telah melakukan pemukulan kepada wartawan.

Empat wartawan yang menjadi korban luka dalam kericuhan segera membuat laporan di Polres Jakarta Selatan atas pemukulan tersebut. Saat itu pemilik akun @Gilang_Perdanaa langsung bisa diidentifikasi dan diperiksa terkait kasus bentrokan tersebut.

Namun kasus pemukulan tersebut berujung damai. Gilang yang semua garang di akun twitter juga langsung melempem dan sempat beberapa kali merubah akunnya. Lalu mampukah polisi mengungkap kasus pengeroyokan yang berujung tiga suporter tewas dari pengakuan yang dibuat 'Irwan Pangeranorenz Cikeaz' yang kini telah berganti menjadi 'Ojong Ajah Dah'.

Sebelumnya, sekelompok orang berbaju oranye diduga melakukan sweeping saat pertandingan Persib vs Persija digelar di GBK. Rangga diduga menjadi salah satu korban pengeroyokan tersebut.

Namun Sekjen The Jakmania Richard Ahmad membantah ada sweeping yang dilakukan oleh anggota Jakmania saat berlangsungnya pertandingan Persija lawan Persib. Dia berharap, opini tentang adanya sweeping tidak dibesar-besarkan.

"Tidak ada tindakan melakukan itu (sweeping). Semua jangan berasumsi. Mari sama-sama menjernihkan masalah ini," ujar Richard.

Richard menegaskan, pengurus Jakmania sekarang sedang berkabung atas meninggalnya Lazuardi, simpatisan Persija. Lazuardi sebelumnya tewas dikeroyok usai menyaksikan laga Persija lawan Persib di sekitar Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.

"Kami sedang berkabung. Kalau ada opini seperti itu, kesannya kami yang bersalah. Saya mohon opini itu jangan dikembangkan karena akan memperkeruh suasana. Kami semua berharap bisa mengontrol semua," harap Richard.

Sebelumnya, tiga orang menjadi korban pengeroyokan usai laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) antara Persija menghadapi Persib. Tiga orang itu bernama Lazuardi, Rangga Cipta Nugraha dan Dani Maulana. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP