Motif pembunuhan pengusaha di Surabaya diduga karena uang

Reporter : Moch. Andriansyah | Senin, 25 Maret 2013 22:01




Motif pembunuhan pengusaha di Surabaya diduga karena uang
Lokasi pembunuhan pengusaha Surabaya. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Meski telah menangkap pelaku pembunuhan seorang pengusaha besi tua di Surabaya, Jawa Timur, polisi masih belum berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan yang dilakukan anggota TNI tersebut.

Hanya saja, pasca-pembunuhan yang dilakukan oleh anggota Denpom V Brawijaya, Surabaya itu uang puluhan juta milik korban yang tersimpan di ATM BCA dikuras habis oleh tersangka. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto mengatakan, untuk sementara kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh masalah uang.

"Tapi kami masih mendalami terus dugaan-dugaan itu. Dugaan awal kami adalah masalah uang, karena kami menemukan tersangka E melakukan penarikan uang di ATM milik korban. Untuk sementara uang yang dibobol tersangka sejumlah Rp 80 juta yang tersimpan di ATM," ungkap Maryanto di Surabaya, Senin (25/3).

Sementara dari data yang berhasil diungkap penyidik, terbongkarnya kasus pembunuhan pengusaha besi tua, Rudi Gunawan, warga Manyar Kertoarjo, Surabaya ini bermula dari laporan penculikan oleh istri korban pada tanggal 14 Maret lalu. Kemudian, pada tanggal 15 Maret, mobil Avanza milik korban ditemukan polisi di daerah Tambak Osowilangun.

"Kemudian dalam penyelidikan kami, diketahui pada 15 Maret sekitar 15.58 WIB, telah terjadi penarikan uang milik korban Rp 10 juta di ATM BCA Cabang Diponegoro, yang dilakukan oleh seseorang yang belum kami ketahui identitasnya," terang seorang penyidik di Mapolrestabes Surabaya.

Kemudian, lanjut dia, di hari yang sama, pada pukul 17.17 WIB, dilakukan penarikan uang di ATM yang sama oleh tersangka Edi Junaidi, yang diketahui sebagai anggota Denpom V Brawijaya Surabaya, berpangkat Pembantu Letnan Dua (Pelda).

Aksi penarikan uang untuk kali kedua yang dilakukan oleh tersangka yang kini masih dalam pemeriksaan oleh pihak Kodam V Brawijaya ini terekam CCTV.

"Namun penarikan uang yang kali kedua ini gagal. Karena limit-nya tidak mencukupi. Limitnya hanya Rp 10 juta dan sudah diambil saat penarikan yang pertama," ujarnya.

Selanjutnya, pada tanggal 16 Maret sekitar pukul 20.00 WIB, tersangka Edi Junaidi meminta bantuan tukang parkir di Bamboedin untuk kembali menarik uang Rp 10 juta. Karena buta huruf, si tukang parkir ini meminta bantuan satpam, yang akhirnya dipecat oleh pihak Bank BCA, karena turut membantu penarikan uang nasabah.

Tanggal 17 Maret, tersangka kembali menarik Rp 10 juta di ATM bersama Danamon Palapa, dengan meminta bantuan lagi kepada seorang juru parkir, dengan imbalan Rp 50 ribu. Dan di hari yang sama dengan waktu yang berbeda, tersangka juga mengambil uang di ATM BCA Cabang Slompretan dan Kertopati, masing-masing Rp 10 juta, dengan bantuan juru parkir juga.

Tanggal 18 Maret, malam hari, saat itu tersangka Edi Junaidi tengah dugem di salah satu tempat hiburan malam di Surabaya. Tersangka meminta kepada seorang purel klub malam, agar memberitahunya ketika pukul 01.00 WIB, dengan alasan akan menelepon seseorang karena sudah ada janji.

"Padahal dia hendak menarik kembali Rp 10 juta di ATM Indomaret Jalan Diponegoro, tepatnya di samping Bamboedin. Kali ini dia meminta temannya untuk menarik uang," kata si penyidik tadi.

Tanggal 21 Maret, giliran tersangka Arif, yang juga saudara ipar tersangka Edi, yang menarik uang korban yang tersimpan di ATM BCA. Arif mengambil uang Rp 4 juta dan Rp 1 juta di ATM BCA di SPBU Demak. Kemudian menarik lagi Rp 5 juta di ATM BCA Satelit.

"Dan tanpa sepengetahuan Edi Junaidi, tersangka Arif menarik lagi Rp 10 juta di ATM BCA Satelit. Jadi total uang keseluruhan yang diambil oleh kedua tersangka ini, sekitar Rp 80 juta. Edi menarik Rp 60 juta, sedang tersangka Arif Rp 20 juta. Karena tersangka Edi dibantu oleh enam orang untuk melakukan penarikan, tersangka Edi memberi masing-masing orang (teman dan juru parkir) yang membantunya itu Rp 50 ribu," ungkap si penyidik.

Enam orang yang membantu tersangka menarik sejumlah uang milik korban di ATM BCA itu kini oleh polisi ditetapkan sebagai saksi.

"Karena mereka tidak tahu menahu masalah ini, enam orang ini hanya diminta bantuan untuk menarik uang saja, jadi hanya kita tetapkan sebagai saksi saja," tandas Kapolrestabes Surabaya.

[ren]

KUMPULAN BERITA
# Pembunuhan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Ahmad Dhani, Al, El dan Safeea serba putih di resepsi Raffi Ahmad
  • Penampakan awal karir Miranda Kerr, seperti apa?
  • Besok Bandung gelar street festival, hindari kawasan Gasibu
  • Pesan Raffi Ahmad untuk Olga Syahputra di pernikahannya
  • Jokowi minta media setop spekulasi tanda merah & kuning dari KPK
  • Jokowi belum akan tetapkan Hari Santri pada 1 Muharram ini
  • Diumumkan besok, susunan kabinet Jokowi takkan berubah lagi
  • Dukung kabinet bersih, relawan minta KPK tangkap Rini Soemarno
  • Pernah gagal, Aldi Taher optimis bina keluarga samara
  • Kuntoro disebut belum laik pimpin Kementerian ESDM
  • SHOW MORE