Mogok makan, petani di Medan pingsan
Merdeka.com - Belasan petani asal Kabupaten Padang Lawas melanjutkan mogok makan di depan gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan. Sehari melakukan aksi, kondisi mereka mulai lemah, bahkan seorang di antaranya pingsan dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
"Yang terlihat lemah terutama yang perempuan, mereka pusing dan mual-mual. Yang pingsan tadi namanya Lindani Br Nainggolan (37)," kata Direktur LBH Medan Nuriono, yang mendampingi petani, kepada wartawan, Kamis (7/6).
Lindani tiba-tiba jatuh pingsan dan ditangisi rekan-rekannya yang juga melakukan mogok makan. Dia kemudian dibopong teman-temannya ke becak bermotor dan dilarikan ke RS Malahayati, Jalan P Diponegoro Medan. "Memang dia dikabarkan sudah diserang flu sebelum ikut aksi ini," imbuh Sugianto, pendamping lainnya.
Para petani ini melakukan mogok makan dan melakban mulutnya sejak Rabu (7/6). Aksi ini mereka lakukan untuk menentang penyerobotan dan perusakan lahan petani yang dilakukan PT Sumatera Riang Lestari (PT SRL) dan PT Sumatera Silva Lestari (PT SSL) di Desa Tobing Tinggi, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas.
Para petani menuding dua perusahaan ini sudah lebih dari lima puluh kali menyerobot dan merusak tanaman milik petani. Bahkan, pada 25 April lalu Pamswakarsa perusahaan juga dituduh membakar rumah petani.
Sementara itu, polisi dinilai berpihak kepada perusahaan dengan mengawal Pamswakarsa dan menangkap seorang petani menyusul bentrok kedua belah pihak. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya