Merapi 'batuk', dua kecamatan di Magelang diguyur hujan abu

Reporter : Parwito | Jumat, 14 Juni 2013 14:04




Merapi 'batuk', dua kecamatan di Magelang diguyur hujan abu
merapi. shutterstock

Merdeka.com - Hujan abu tipis yang terjadi di sekitar lereng Gunung Merapi terjadi karena sekitar pukul 09.15 WIB telah terjadi peningkatan kegempaan. Hal ini akibat tekanan dari dalam yang menyebabkan embusan asap sulfatara dari puncak Merapi.

"Embusan berwarna putih kecoklatan, estimasi dengan ketinggian kurang lebih 100 meter dari arah Timur ke arah Barat terlihat dari CCTV yang dipasang di sekitar Kali Gendol terjadi pada pukul 19.15 WIB," tegas Petugas Pengamatan Pos Merapi Ngepos di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jateng Heru Suparwoko Jum'at(14/6) saat ditemui merdeka.com di pos pemantauan yang ada di radius 7 kilometer dari puncak Merapi.

Embusan asap sulfatara itu kemudian terbawa oleh hempasan angin dari arah timur ke arah barat. Maka, terjadilah hujan abu di wilayah barat lereng Merapi ke arah barat dengan radius jangkau 20 kilometer. Kedua wilayah itu adalah Kecamatan Muntilan dan Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Maka tak heran, jika saat terjadi hujan abu, bau belerang yang merupakan kandungan asap sulfatara dirasakan sangat menyengat karena dibawa dari Embusan yang terjadi dari dalam gunung Merapi.

"Pagi dini hari tadi angin di kawasan puncak kencang, dengan embusan yang ada dimungkinkan itulah penyebab terjadinya hujan abu," tegasnya.

Selain itu, saat embusan terjadi, ada sedikit peningkatan sedikit kegempaan juga dirasakan di empat pos pemantauan yaitu Pos Deles Klaten, Pos Klatakan Magelang, Pos Plawangan Sleman Yogya dan Pos Pusunglondon.

Visual kawasan puncak terdengar signal, kemudian visual berkabut dan kemudian melalui kamera CCTV. Dipadukan data kegempaan yang cenderung meningkat pada saat terjadinya embusan karena tekanan dari dalam.

Fenomena Merapi 'batuk' yang sudah terjadi sebanyak empat kali paska erupsi Merapi pada tahun 2010 lalu hingga sekarang, tidak mengubah status Merapi. Pasalnya, sampai saat ini Merapi masih berstatus aktif normal seperti biasanya.

"Status masih aktif normal dan embusan dimungkinkan akan terjadi kembali sewaktu-waktu," jelasnya.

Heru menyarankan kepada warga sekitar, terutama kepada para pendaki yang ingin dan melakukan perjalanan pendakian lereng Merapi untuk tetap waspada dan berhati-hati.

[hhw]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Tiga wisatawan tewas terseret ombak di Pantai Glagah
  • Kamis malam, Pelabuhan Bakauheni diserbu pemudik arus balik
  • Fans China berikut operasi wajahnya agar mirip Kim Soo Hyun
  • Warga Inggris unggah gambar awan bentuk mirip penis
  • Adik Megawati sebut KPU bisa dipidana karena buka kotak suara
  • Blusukan di Solo, Jokowi bagi angpao dan beli bunga
  • 9 Korban kapal terbalik di Labuhan Batu dievakuasi, 11 dicari
  • Buka kotak surat suara, Kubu Prabowo makin yakin KPU curang
  • Trailer 'HORNS' Dirilis, Ini Penampakan Si Setan Daniel Radcliffe
  • Jokowi napak tilas awal terjun ke dunia politik
  • SHOW MORE