Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Tedjo soal Chappy Hakim: Tak mungkin kita membubarkan AU

Menteri Tedjo soal Chappy Hakim: Tak mungkin kita membubarkan AU HUT TNI AU di Halim Perdanakusuma. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdijatno menilai wajar pernyataan mantan Kepala Staf Angkatan Udara (AU) ke-14 Marsekal TNI Chappy Hakim yang merasa TNI AU tak pernah dihargai untuk menjabat Panglima TNI. Menurut Tedjo, tak bisa TNI AU dibubarkan seperti dinyatakan oleh Chappy Hakim.

"Itu sebagai senior mungkin merasa agak kok kenapa begini enggak sesuai. Tak mungkin kita membubarkan angkatan," ujar Tedjo usai meresmikan gabungan pasukan elit di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (9/6).

Tedjo juga membantah pernyataan Chappy Hakim yang menyebutkan TNI AU selalu di anak tirikan oleh pemerintah. Selain itu, kata dia, sebelumnya Panglima TNI yang dijabat oleh Angkatan Darat tidak menjadi permasalahan.

"Dulu Panglima TNI Angkatan Darat terus enggak masalah, jangan diangkat-angkat masalah calon Panglima, biasa-biasa saja," ujarnya.

Seperti diketahui, mantan Kepala Staf TNI AU Chappy Hakim marah. Dia merasa selama ini negara tak pernah menghargai peran TNI AU.

Masalah yang disorot Chappy Hakim adalah penggantian penjagaan di Bandara Soekarno Hatta, dari Paskhas TNI AU menjadi Marinir TNI AL. Padahal Paskhas TNI AU adalah satuan berkualifikasi lebih tepat untuk menjaga bandara.

Kedua, alih fungsi Bandara Halim Perdanakusuma menjadi bandara komersial. Bandara Halim adalah pangkalan udara strategis TNI AU. Di sana ada skadron angkut VIP dan kerap dijadikan markas jet tempur bagi pesawat yang melaksanakan pengawalan ibu kota. Saat ini dengan perubahan menjadi bandara komersial, tentu tugas TNI AU terganggu.

Masalah ketiga adalah soal jatah Panglima TNI. Sepanjang sejarah, baru sekali Marsekal TNI AU menjadi Panglima TNI. Dia adalah Marsekal Djoko Suyanto. Selebihnya selalu TNI AD. TNI AL pun baru dua kali kebagian Panglima TNI.

"Paskhas AU di Airport CGK diganti Marinir. Halim untuk penerbangan komersial. Panglima TNI belum tentu AU. Negeri ini memang tidak butuh Angkatan Udara. Bubar saja," tulis Chappy Hakim lewat akun twitternya, Kamis (5/6) kemarin.

"Puluhan tahun keberadaan AU tidak dihargai sama sekali di negeri ini. Mungkin memang lebih baik dibubarkan saja daripada terjadi degradasi moral anggotanya," kicau sang Marsekal.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP