Menko Polhukam kecam pelaku penembakan Trigana Air
Merdeka.com - Menko Polhukam Djoko Suyanto merasa prihatin dengan insiden penembakan pesawat Trigana Air yang menewaskan satu penumpang dan melukai empat lainnya. Upaya teror terhadap masyarakat sipil dan penerbangan harus dihentikan.
"Pelaku tindakan kekerasan dan teror kepada masyarakat sipil dan jasa penerbangan yang melayani kebutuhan masyarakat pedalaman seperti ini harus dihentikan," kata Djoko Suyanto dalam pesan singkat yang diterima merdeka.com, Minggu (8/4).
Djoko mengatakan, saat ini Polri dibantu oleh TNI terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan. Upaya-upaya damai diharapkan mampu menyelesaikan kasus ini.
"Upaya-upaya damai dan prioritas pembangunan di Papua jangan dikotori oleh tindakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan mengorbankan masyarakat itu sendiri, baik korban jiwa maupun jasa pelayanan kebutuhan masyarakat Papua," papar pria asal Madiun, Jawa Timur tersebut.
Pesawat Trigana Air ditembak oleh sekelompok orang bersenjata saat hendak mendarat di lapangan terbang Mulia, Puncak Jaya, Papua. Dalam insiden ini, satu orang tewas. Sementara empat lainnya luka-luka termasuk polot dan kopilot. Adapun identitas korban tersebut adalah:
1. Leiron Kogoya Muliambut (35), wartawan Papua Pos, mengalami luka tembakan di bagian leher kanan yang mengakibatkan meninggal dunia.
2. Beby Astek(40), kapten pilot, kena serpihan di mata kaki kiri.
3. Yanti Hariminggu (30), kena serpihan di lengan kanan.
4. Papua Korwa (4), kena serpihan di jari tangan kiri.
5. Willy Resubun (30) co pilot, kena serpihan peluru di jari kanan. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya