Menhub ingin bantuan korban gempa Palu dan Donggala dikirim via laut
Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan pengiriman bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah lebih diutamakan melalui jalur laut. Menurut Budi, muatan yang dibawa kapal Roro lebih besar.
"Kemarin sudah ada kapal Roro dari Balikpapan sudah masuk, tadi pagi sudah ada dua kapal dari Bitung dan Balikpapan ke Pantoloan. Karena di Pantoloan itu masif, bisa 200 ton bahkan 1.000 ton pun bisa. Kalau Roro bisa 20 truk, kalau 20 truk kali 20 ton berarti 300 ton. Jadi mestinya bantuan lewat kapal yang diutamakan, karena masif, besar," kata Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (1/10).
Budi mengatakan pihaknya telah memerintahkan Pelindo IV, ASDP, serta KSOP Pantoloan untuk bekerjasama dengan Polri dan TNI untuk melakukan pengamanan di sana. "Dengan adanya kepastian keamanan itu barang-barang itu gampang datang," ungkap Budi.
Tidak hanya mengirimkan bantuan menggunakan kapal, Budi menjelaskan korban atau pihak yang akan keluar pulau juga bisa menggunakan kapal. "Dan juga bisa dilakukan untuk orang-orang yang mau ke luar dari Palu. Saya akan tugaskan khusus mereka untuk lakukan," papar Budi.
Usai meninjau kondisi Palu, Sulawesi Tengah, pasca-gempa dan tsunami, Presiden Joko Widodo mengatakan akan mengirimkan bantuan makanan hari ini (1/10). Makanan tersebut, kata Jokowi, akan dikirimkan menggunakan pesawat Hercules dari Jakarta.
"Bantuan makanan hari ini kita akan kirim, sebanyak-banyaknya dengan pesawat hercules. Dari Jakarta langsung ada beberapa pesawat. Kemudian dari sana di ambil lagi dari Makassar, Balikpapan yang ada lebih dekat," kata Jokowi.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya