Merdeka.com tersedia di Google Play


Mengenal penyakit kantong empedu Ibu Ani

Reporter : Iqbal Fadil | Kamis, 15 Maret 2012 18:37


Mengenal penyakit kantong empedu Ibu Ani

Merdeka.com - Ibu Negara akan menjalani operasi pengangkatan kantong empedu pada Jumat (16/3) akibat radang dan terdapat batu empedu. Apa penyebab sakit ini, dan bagaimanakah cara menghindarinya?

Seperti dikutip merdeka.com dari berbagai sumber, Kamis (15/3), kantong empedu merupakan organ berbentuk seperti buah pir atau juga seperti terong dalam ukuran kecil yang terletak di perut sebelah kanan. Lokasinya tersembunyi di bawah hati. Kantong empedu menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati.

Sedangkan empedu adalah cairan bersifat basa yang pahit dan berwarna hijau kekuningan yang disekresikan oleh hepatosit hati. Setiap harinya cairan empedu disekresikan oleh hati sebanyak 500-1.000 cc. Jumlah yang disekresikan akan meningkat jika mencerna lemak.

Cairan empedu dilepaskan ke usus duabelas jari untuk membantu proses pencernaan makanan. Selama makan, kantong empedu akan berkontraksi (menciut) sehingga mengeluarkan sedikit cairan empedu yang berwarna hijau kecoklatan ke dalam usus halus. Cairan empedu berguna dalam penyerapan lemak dan beberapa vitamin, seperti vitamin A, D, E, dan K.

Kelainan utama yang dapat timbul pada kantong empedu adalah terbentuknya batu. Hal ini juga dapat terjadi pada saluran empedu. Batu empedu disebabkan oleh perubahan secara kimiawi pada empedu seseorang. Batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol, pigmen bilirubin dan garam kalsium yang mengeras, namun kebanyakan batu kantong empedu terbentuk dari kolesterol.

Timbulnya batu empedu akan menjadi masalah bila masuk ke salah satu saluran yang menuju ke usus halus. Kadang-kadang batu dapat terbentuk dalam saluran empedu itu sendiri, misalnya karena bekas jahitan pada suatu operasi.

Pada kantong empedu, batu dapat menyebabkan peradangan yang disebut kolestitis akut, hal ini karena adanya pecahan batu empedu di dalam saluran empedu yang menimbulkan rasa sakit. Batu-batu yang melalui kantong empedu dapat menyangkut di dalam hati dan saluran empedu, sehingga menghentikan aliran dari empedu ke dalam saluran pencernaan.

Di samping itu, terdapat faktor lainnya yang memulai terjadinya proses pembentukan batu empedu. Unsur ini bisa berupa protein yang terdapat pada cairan lendir yang dibentuk kantong empedu dalam jumlah kecil. Hal ini memungkinkan kolesterol, bilirubin, dan garam kalsium membentuk partikel seperti kristal padat.

Bentuk dari batu empedu bermacam-macam, yaitu batu yang terbentuk dari kolesterol berwarna kuning dan mengkilat seperti minyak, sedangkan batu yang terdiri dari pigmen bilirubin bisa berwarna hitam tetapi keras atau berwarna coklat tua tetapi rapuh. Ukurannya juga bermacam-macam dari yang kecil hingga sebesar batu kerikil, tetapi rata-rata berdiameter 1 - 2 cm.

Meskipun penyakit kantong empedu tidak menunjukkan gejala, pada keadaan memburuk gejala yang biasa ditimbulkan adalah serangan pada waktu makan makanan yang mengandung lemak tinggi jika seseorang sudah mengidap batu empedu.

Hal ini terjadi karena lemak tersebut memicu hormon merangsang kantong empedu berkontraksi sehingga memaksa empedu yang tersimpan masuk ke dalam duodenum yaitu jalan keluar menuju usus kecil, jika batu menghambat aliran empedu maka akan timbul gejala seperti sakit yang akut pada sebelah kanan atas perut dan mengarah ke punggung, antara bahu dan ke dada depan.

Gejala lainnya yaitu kolik, sendawa, gas dalam perut, gangguan pencernaan, berkeringat, mual, muntah, kedinginan, suhu tubuh agak tinggi, penyakit kuning (bila batu empedu menghalangi saluran empedu), dan feses berwarna coklat.

Penyakit batu kantong empedu dan saluran empedu biasanya menyerang orang-orang berusia antara 20-50 tahun. Penyakit ini 6 kali lebih sering terjadi pada wanita sampai usia 50 tahun.

Di atas usia tersebut sama untuk kedua jenis kelamin. Selain itu, wanita yang mengalami lebih dari 2 kali kehamilan, maka resiko mendapatkan batu empedu semakin tinggi. Obesitas/kegemukan mempunyai resiko menderita batu empedu lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak obesitas.

Beberapa upaya pencegahan terbentuknya batu empedu yang dapat ditempuh antara lain menjaga berat badan agar tetap normal, menurunkan kolesterol, dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat. Tetapi di lain pihak, diet keras untuk menurunkan berat badan dengan cepat dapat merangsang hati untuk mengeluarkan kolesterol dalam jumlah besar ke dalam cairan empedu, sehingga dapat menimbulkan batu empedu.

Untuk mengetahui apakah tubuh kita terdapat batu empedu digunakan suatu alat pendeteksi batu empedu yang disebut ultrasound, yaitu dengan menggunakan gelombang suara yang tidak dapat didengar telinga. Gelombang suara ini diarahkan ke tubuh dan pantulan gelombangnya kemudian diolah komputer yang akan menunjukkan ada atau tidaknya batu empedu. Selain itu batu empedu dapat diketahui melalui foto sinar X dan pemeriksaan darah di laboratorium.

Bagi penderita batu empedu, prinsip utama perawatannya yaitu mengistirahatkan kantong empedu. Hindari makanan berlemak karena lemak merangsang kantong empedu untuk bekerja keras. kantongan protein dalam diet cukup 1 - 1 gram per berat badan setiap hari. Kalori perlu pula dibatasi, karena kebanyakan penderita batu empedu juga penderita obesitas. Bahan makanan yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan juga harus dihindari.

[bal]

KUMPULAN BERITA
# Ani Yudhoyono

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Ani Yudhoyono, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Ani Yudhoyono.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Merapi meletus, hujan abu tipis bikin warga Klaten berhamburan
  • Tolak akuisisi Mandiri, pekerja BTN sebut Dahlan bermain
  • Arab Saudi denda lelaki izinkan istrinya mengemudi
  • Usai Rapimnas kubu Romi, kantor DPP PPP digembok
  • Sedang berjualan, pedagang sate ditembak orang tak dikenal
  • Meletus, Merapi hujan abu selama 3 jam
  • Bule di Bundaran HI dukung Jokowi jadi presiden
  • Genjot investasi awam, pemerintah lansir saving bond
  • Terawang pilpres: Prabowo perlu 'lipstik', Jokowi diragukan
  • Stiker Jokowi-JK beredar di Taman Suropati
  • SHOW MORE