Merdeka.com tersedia di Google Play


Mengenal dangdut tarling, tumbuh subur di pantura Indramayu

Reporter : Al Amin | Minggu, 19 Mei 2013 07:15


Mengenal dangdut tarling, tumbuh subur di pantura Indramayu
Sekelumit kehidupan penyanyi tarling dangdut. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Nama Dewi Kirana, penyanyi dangdut tarling asal Indramayu sempat membuat ramai pemberitaan di media massa seminggu terakhir. Penyanyi yang dijuluki Queen of Pantura, diberitakan masuk dalam pusaran wanita-wanita cantik di lingkungan tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) Ahmad Fathanah.

Dengan tegas, wanita kelahiran Karangampel, Indramayu, Jawa Barat 32 tahun yang lalu itu membantah jika dirinya mengenal sosok Ahmad Fathanah. Penyanyi yang telah memiliki 21 album tersebut juga mengaku bingung kenapa namanya bisa dicatut terkait dengan wanita-wanita yang diduga berhubungan dengan Fathanah.

Penyebutan nama penyanyi yang tenar dengan lagu 'Tangisan Cinta' tersebut, membuat orang sejenak menengok keberadaan dangdut tarling.

Kesenian tarling yang merupakan akronim dari gitar dan suling, telah ada sejak sekitar awal tahun 1960. Kala itu tarling merupakan kesenian masyarakat Indramayu dalam menyambut musim panen.

"Awal adanya tarling itu sekitar tahun 1960'an. Tapi waktu itu, tarling belum seperti sekarang, pakai gitar listrik, organ, dan pakai sound system. Waktu itu masih pakai gitar kopong dan suling," terang Radisa, pimpinan grup tarling dangdut Rolani Electone kepada merdeka.com di Indramayu, Jumat (17/5).

Lebih lanjut, pria yang merupakan suami dari Aas Rolani, penyanyi dangdut tarling yang terkenal dengan lagu 'Mabok Bae' itu menjelaskan, menginjak awal tahun 1970'an, tarling mulai berkembang dengan penggunaan alat musik listrik.

"Pas 70'an, sudah mulai ada tuh gitar listrik, organ, dan juga sound system," ujarnya dengan aksen Indramayu kental.

Di Indramayu, puluhan, bahkan ratusan grup tarling tumbuh subur di Kabupaten yang dilewati oleh jalur Pantura (Pantai Utara) tersebut. Itu bisa dilihat dari banyaknya papan nama grup tarling di sepanjang kawasan Lohbener hingga Pamayanan, Kabupaten Indramayu dengan jarak sekitar 10 kilometer.

Satu hal yang membuat dangdut tarling itu mudah diingat adalah, gaya goyang penyanyinya yang seronok ditambah dengan pakaian panggung yang minim. Di situs YouTube, terdapat ratusan video klip yang mempertontonkan aksi panas tersebut, mulai dari klip yang dibuat secara profesional hingga klip secara langsung di atas panggung.

Jika melihat secara langsung goyangan pedangdut tarling di atas panggung, banyak penonton pria akan terpikat. Dengan balutan pakaian minim seperti tank top dan rok mini, seolah, joget dan pakaian mini pedangdut wanita menjadi magnet bagi puluhan penonton pria untuk memadati bibir panggung.

"Bagus mas kalau nonton dari dekat. Gimana gitu," ujar Roni, salah seorang penonton tarling saat mentas di desa Brondong, Kecamatan Pasekan, Kebupaten Indramayu, Jawa Barat.

[tts]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Dangdut Tarling, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Dangdut Tarling.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • PDIP pastikan sudah pegang tiga nama cawapres Jokowi
  • Gedung Putih tolak komentari petisi deportasi Bieber
  • Song Seung Hun donasi 100 juta won untuk korban Ferry Korea
  • Puluhan anak buah Haji Lulung 'kepung' markas PPP
  • Dahlan dan Mandiri disarankan caplok bank swasta saja
  • Pengamat: Konsultan PDIP jual capres seperti jual pasta gigi
  • Blusukan Jokowi, ampuhkah untuk senjata pilpres?
  • Ini kata Sidarto soal isu pertemuan Jokowi, Mega & Ical di Bali
  • Amerika tolak pelat nomor kendaraan ateis
  • Bila dicaplok Mandiri, pekerja BTN khawatir PHK massal
  • SHOW MORE