Mengapa Imam S Arifin membuat Kelompok John Kei meradang?

Reporter : Hery H Winarno | Rabu, 23 Januari 2013 08:44




Mengapa Imam S Arifin membuat Kelompok John Kei meradang?
Imam S Arifin. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kerusuhan kembali terjadi di Rutan Salemba, Senin (21/1) lalu. Akibat kejadian ini seorang napi, Badri dari kelompok Arek (Surabaya) terluka karena ditusuk Tuce Kei dari kelompok John Kei.

Informasi yang dihimpun merdeka.com, kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (21/1). Saat itu Tuce Key dan beberapa orang lainnya mencari Imam S Arifin yang ditahan di Blok U. Namun pedangdut yang dicarinya itu tak kunjung ketemu. Tuce Kei pun marah-marah dan memecahkan lampu di Blok U.

Karena tidak terima penghuni Blok U yang dihuni oleh kelompok Madura bersama kelompok Palembang dan Batak bergabung dan mencari Tuce ke Blok J. Lalu keributan pun pecah dan terjadilah penusukan terhadap Badri. Setelah menusuk korban, Tuce lalu kabur ke Blok S yang dihuni oleh John Kei untuk minta perlindungan.

Lalu mengapa Imam S Arifin bisa terlibat masalah dengan Tuce Kei, dari kelompok John Kei? "Ya biasalah, mungkin tersinggung atau ada perlakuan yang tidak mengenakan. Biasa saja kan, di jalan saja orang senggolan bisa berantem apalagi di penjara," ujar Karutan Salemba Taufikurahman kepada merdeka.com, Rabu (23/1).

Menurut Taufik, gara-gara insiden itu Tuce Kei dan beberapa orang lainnya dipindahkan ke Lapas Narkotika Cipinang. Imam S Arifin yang diduga jadi pemicu juga telah diamankan.

"Sedang diamankan, kita belum tahu kenapa dia yang diincar," terangnya.

Sementara itu Anton Medan menduga keributan yang terjadi di Rutan Salemba karena berebut pengaruh di dalam Lapas. Menurut Anton, Imam S Arifin yang juga berasal dari Madura memang dekat dengan kelompok Arek.

"Pengaruh pertama terjadinya bentrokan itu karena over kapasitas. Yang kedua dalam kejadian kemarin itu karena rebutan pengaruh," terangnya.

Namun demikian, Taufik membantah bila ada kelompok-kelompok di dalam Rutan yang dia awasi. "Tidak ada itu kelompok-kelompok seperti itu. Itu tidak boleh," kilahnya.

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Bentrokan Lapas

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • OJK: Konsolidasi bank BUMN harus segera
  • Arsenal buntu, Bayern siap serobot Khedira
  • Korban tewas kapal tenggelam di Sungai Kapuas menjadi 12 orang
  • Koleksi mobil klasik sang dokter gigi 'diborong' Jaguar!
  • Uni Eropa sepakat jatuhkan sanksi ekonomi pada Rusia
  • Hampir mati, keluarga Nokia X masih dapat update hebat
  • Menelusuri Masjid Demak & Sunan Kalijaga
  • Mau tahu dahsyatnya amukan Smaug di sekuel ketiga 'The Hobbit'?
  • Libur Lebaran, banyak muda-mudi menyewa pondokan di pantai
  • 4 Cerita open house berakhir petaka
  • SHOW MORE