Mengaku hamil, gadis di Sleman dibunuh lalu dibakar

Reporter : Parwito | Selasa, 23 April 2013 17:29

Mengaku hamil, gadis di Sleman dibunuh lalu dibakar
Bakar diri Tibet. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi masih terus mendalami keterangan lima tersangka yang kini diamankan polisi terkait pemerkosaan terhadap Priya Puspita Restanti (16), warga Medelan Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Selain itu, Priya juga dibunuh kemudian dibakar.

Lima tersangka yang kini diamankan adalah YN, BG, SHY, AR, dan EE. Terakhir, polisi juga mengamankan HDR yang ikut menikmati tubuh korban, sehingga jumlah tersangka yang diamankan sebanyak enam orang.

Kapolres Sleman AKBP Hery Sutrisman mengatakan, para tersangka masih perlu pendalaman agar otak pembunuhan sadis itu bisa terungkap. Terlebih, lanjutnya, keterangan mereka berubah-ubah sehingga harus dilakukan beberapa kali pemeriksaan.

"Keterangan mereka (tersangka), tidak konsisten. Penjelasannya berubah-ubah," kata Hery di Mapolres Sleman, Selasa (23/4).

Lebih lanjut Hery menambahkan, dalam keterangan kelima tersangka, pelaku utamanya diduga kuat mengarah ke ayah YN, berinisial CA (40) yang saat ini masih buron. Adapun peran CA sendiri yaitu meminta YN untuk membunuh korban.

Lalu, Hery menambahkan, dari keterangan YN sendiri menjelaskan jika korban telah hamil beberapa bulan, sehingga YN diperintahkan untuk menghabisi korban. Namun demikian, lanjutnya, keterangan itu harus disertai hasil medis yang menyatakan jika korban hamil.

Kendati hal itu diakuinya sulit, pasalnya saat korban ditemukan sudah dalam kondisi hancur sehingga pembuktian jika korban telah hamil sulit terdeteksi.

"Pasti atau tidaknya korban hamil kan harus ada cek medis. Sementara, korban saat ditemukan sudah dalam kondisi hancur karena dibakar," katanya.

Kemudian, secara spesifik mengenai motif kejadian itu, sambung Hery, sebelum peristiwa, korban mendatangi YN dan mengatakan jika ia hamil. Setelah itu, YN melaporkan pernyataan korban kepada CA. Namun CA berinisiatif menyuruh YN dan AR untuk membunuh korban.

Kelima tersangka lalu secara bersama-sama menikmati miras di rumah kosong, korban juga dipaksa meminumnya. Setelah korban tak sadarkan diri, mereka lalu memperkosa. Ironisnya, CA juga ikut menikmati tubuh korban, bahkan CA yang pertama kali memperkosanya. Setelah itu, korban lalu dibunuh menggunakan balok kayu.

Bahkan, untuk memastikan korban tewas, tersangka YN dan AR menyayat leher korban menggunakan pisau dapur. Setelah dinyatakan tewas, kelima tersangka lalu membakar korban sebanyak dua kali.

Diduga, sambung Hery, upaya membunuh korban agar bisa menutupi aib CA sebagai orangtua YN. CA sendiri, dikenal sebagai orang pintar di kampungnya. "Kita masih melakukan pengejaran terhadap CA," tegas Hery.

Korban ditemukan tewas di Dusun Kringinan Selomartani Kalasan, Sleman, Selasa (16/4) dengan kondisi tubuh yang hancur karena dibakar. Sejauh ini, jajaran Satreskrim Polres Sleman masih mengejar Ca yang diduga kuat sebagai otak peristiwa sadis itu.

[did]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Awas, terobsesi sosmed bisa hancurkan hidup manusia
  • Ahok soal serobot busway: Orang Jakarta memang gitu, harus ditangkap
  • Ruki pasrahkan Perppu Plt KPK ke DPR
  • Baru punya anak, rumah tangga Barbie Hsu di ambang kehancuran?
  • Bertemu DPD, KPK berkomitmen awasi SDA di daerah dari korupsi
  • Detik-detik sebelum pesawat Germanwings jatuh menurut rekaman CVR
  • Mabuk, penjual sosis dihajar warga karena curi motor pelat merah
  • Uniknya karya seni mini di ujung tusuk gigi
  • Dapat 'bisikan' buka keran impor beras, Jokowi tak konsisten
  • Akbar Tandjung ingatkan PSI parpol baru butuh energi besar
  • SHOW MORE