Mendagri tarik Kesbangpol di bawah koordinasi pusat

Reporter : | Jumat, 2 Maret 2012 11:30

Mendagri tarik Kesbangpol di bawah koordinasi pusat

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi segera menetapkan status Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di bawah wewenang pemerintahan pusat dengan melakukan revisi UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

"Dalam revisi UU 32/2004, Kesbangpol menjadi bagian dari pusat. Jadi Kesbangpol tidak lagi menjadi perangkat provinsi," ungkap Gamawan kepada wartawan di Hotel Peninsula, Jakarta (2/3).

Dalam revisi UU 32/2004, Gamawan memberikan dua opsi bagi tugas Kesbangpol; pertama Kesbangpol menjadi perangkat pusat namun tetap di bawah wewenang gubernur. Tujuannya untuk mempererat hubungan antara daerah dengan pusat.

"Semacam dekonsentrasi daerah dengan pusat, Supaya menjadi sistem nasional. Karena selama ini kita lemah pengendalian, Informasi sistem kurang maksimal," ungkap Gamawan.

Opsi kedua, Kesbangpol sebagai perangkat pusat, menjadi pengawasan kinerja pemerintah daerah. " Kalau dulu di bawah gubernur, bagaimana jika yang melakukan pelanggaran kepala daerah? tentu hasil pengawasan tidak sesuai. Berbeda jika dia perangkat pusat," lanjutnya.

Gamawan menegaskan, meskipun terjadi perubahan status, tetapi tugas utama Kesbangpol tidak mengalami perubahan, yaitu tetap menjalankan tugas pemerintahan umum. "Ketentraman, ketertiban, dan mempertahankan ideologi bangsa," tegas Gamawan.

[bal]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Smart People Share This
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Kostrad gelar bazar sembako buat prajurit TNI dan PNS
  • Teten pastikan reshufle, Fadli Zon sebut 'Teten itu siapa?'
  • Fadli Zon: Wajar kalau bupati ingin diteruskan keluarganya
  • Ahok ancam cabut izin trayek angkutan umum di terminal bayangan
  • Bulan Ramadan, 9 pasangan ini malah asyik mesum di hotel
  • Propam Jakut duga polisi yang tembak mati Jamal langgar prosedur
  • SOTR malah bikin resah, Kapolda Metro perintahkan razia skala besar
  • Wanita tertua di dunia berulang tahun ke-116
  • Waspada! Ini hukum zakat fitrah para koruptor
  • Ahok tolak legalkan GO-JEK dan Grab Bike di Jakarta
  • SHOW MORE