Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendagri Minta Kepala Daerah Awasi Tempat Wisata Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Mendagri Minta Kepala Daerah Awasi Tempat Wisata Saat Libur Panjang Akhir Oktober Kepadatan di Gerbang Tol Cikampek Utama. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad akhir Oktober ini diperkirakan akan dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur. Sebagai antisipasi klaster baru Covid-19 saat libur panjang, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, meminta kepala daerah untuk mengawasi kapasitas maksimum di tempat wisata.

"Tempat wisata tersebut harus dikelola sedemikian rupa, diberikan pengumuman, disampaikan kepada warga, agar tempat itu tidak melebihi kapasitas," ujar Tito usai rapat bersama Presiden Jokowi secara virtual, Senin (19/10).

Adapun hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada Kamis, 29 Oktober 2020. Sementara, cuti bersama ditetapkan pada 28 dan 30 Oktober.

Kemudian, dilanjutkan dengan libur akhir pekan pada 31 Oktober hingga 1 November. Sehingga, diprediksi akan banyak masyarakat yang akan bepergian saat libur panjang ini.

Tito meminta pengelola tempat wisata membatasi jumlah pengunjung maksimal untuk mencegah terjadinya kerumunan. Pasalnya, kerumunan berpotensi besar memicu penularan virus corona.

"Misalnya (dibatasi) 50 persen atau 30 persen, dilakukan secara bergelombang, dan lain-lain," ucapnya.

Selain itu, dia mengingatkan masyarakat yang pergi ke tempat wisata untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari, memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak aman.

"Kerawanan mungkin akan terjadi di tempat-tempat wisata. Oleh karena itu, tempat-tempat wisata ini harus betul-betul dibuat dibicarakan oleh kepala daerah, pengelola tempat wisata akan tidak terjadi kerumunan masif," jelas Tito.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta jajaran menterinya mengantisipasi libur panjang dan cuti bersama yang dimulai 28 Oktober. Jokowi tak ingin cuti bersama ini membuat kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali melonjak.

"Mengingat kita memiliki pengalaman kemarin, libur panjang yang pada 1,5 bulan yang lalu mungkin, setelah itu terjadi kenaikan yang agak tinggi. Ini perlu kita bicarakan agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama ini jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus Covid-19," tutur Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara virtual, Senin.

Reporter: Lizsa EgehamSumber: Liputan6.com

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP