Mayat pria tanpa identitas ditemukan bersama bangkai ayam
Merdeka.com - Masyarakat sekitar Jalan SM Amin Pekanbaru, tepatnya depan Titipan Kilat Indah Cargo, digegerkan dengan adanya penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di dalam sebuah parit, Jumat (11/4).
Satlantas Polresta Pekanbaru yang berpatroli di sekitaran Kecamatan Tampan ini langsung melihat serombongan masyarakat yang sedang memperhatikan mayat ini dan langsung memasang garis polisi berwarna hijau di sekitar tempat penemuan mayat ini.
Dalam proses evakuasi, ratusan masyarakat yang melintas pun berhenti dan memadati lokasi ini untuk melihat secara langsung mayat laki-laki yang mulai membusuk dan bengkak serta dikerubuni lalat, membuat arus lalu lintas macet.
Tim identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Polresta Pekanbaru langsung turun ke lokasi dan mengevakuasi mayat tanpa identitas ini.
Mayat dengan ciri-ciri mengenakkan baju jeans dongker berlengan panjang, bokser abu-abu, ditemukan sendal dan bangkai seekor ayam hitam yang juga sudah mati di kaki korban.
"Saya tahunya dari tetangga, kalau ada mayat di sini, makanya saya langsung datang,"kata Andi, seorang warga.
Dari hasil identifikasi dan olah tempat kejadian peristiwa atas penemuan mayat, diketahui bahwa mayat tersebut meninggal sejak delapan jam sebelum ditemukan warga.
Kapolsek Tampan Kompol Suparman, yang langsung turun ke TKP, kepada merdeka.com mengatakan bahwa sesuai dengan informasi dari pegawai kamar mayat RSUD Arifin Achmad, mayat ini meninggal sudah delapan jam.
"Dugaan sementara belum ada, karena tidak ada tanda-tanda kekerasan, tapi nanti kita pastikan berdasarkan hasil visum rumah sakit," kata Suparman.
Penemuan mayat laki-laki tersebut, kata Suparman, pertama kali diketahui oleh warga sekitar. Kebetulan Satlantas Polresta Pekanbaru yang melintas di lokasi ini melihat masyarakat berkumpul, langsung melaporkan ke Polisi.
"Mayat tersebut jenis kelaminnya laki-laki berumur, lebih kurang antara 20 sampai 30 tahun, identitas tidak kita ketahui karena tidak ditemukan kartu identitas. Mayat kita bawa ke rumah sakit umum untuk dilakukan visum," pungkas Suparman.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya