Masjid Lama Gang Bengkok, simbol toleransi di Kota Medan

Reporter : Yan Muhardiansyah | Sabtu, 8 September 2012 13:24




Masjid Lama Gang Bengkok, simbol toleransi di Kota Medan
Masjid Lama Gang Bengkok. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyak simbol kerukunan umat beragama di Sumatera Utara. Masjid Lama Gang Bengkok di Kota Medan bisa dijadikan salah satu contohnya.

Masjid Lama Gang Bengkok berdiri di Jalan Mesjid, Kelurahan Kesawan, Medan Kota. Lokasi ini masih di seputaran pusat bisnis Kota Medan di masa lalu, yaitu kawasan Kesawan (saat ini Jalan Ahmad Yani).

Berbeda dari kebanyakan masjid lainnya, rumah ibadah umat Islam ini tak mempunyai nama Arab. "Dinamakan Masjid Lama Gang Bengkok karena dulu di depan masjid ini ada sebuah gang yang memang bengkok bentuknya. Tapi karena kendaraan semakin ramai, maka dijadikan jalan," kata Silmi Tanjung, pengurus Masjid Lama Gang Bengkok kepada merdeka.com, beberapa waktu lalu.

Bukan karena namanya dan lokasinya lantas masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid ini menjadi spesial. Sisi unik justru ada pada sejarah pembangunan dan gaya arsitekturnya. Bagian itu pula yang menjadi simbol kerukunan umat beragama dan etnis di Medan.

Masjid Gang Bengkok berdiri di atas tanah yang diwakafkan Datuk Kesawan Haji Muhammad Ali. Kecuali tanah wakaf itu, biaya pembangunannya justru bukan dari kalangan umat Islam. Seluruhnya diperoleh dari Tjong A Fie (1860-1921), saudagar Tionghoa yang notabene nonmuslim.

Bukan hanya pendanaannya, arsitektur masjid ini juga menunjukkan perpaduan berbagai budaya yang menjadi simbol toleransi di Kota Medan. Budaya Melayu terlihat dari dominasi warna kuning dan hijau serta sejumlah ornamennya. Gaya arsitektur Cina paling menonjol pada atap masjid yang semakin melebar ke bawah dan melengkung di tiap sisinya. Sementara itu, budaya Timur Tengah terwakili dari gapura dan mimbar yang ada di dalam masjid.

Masjid Lama Gang Bengkok masih terawat hingga kini. Namun, semangat toleransi yang tertulis dalam sejarah rumah ibadah ini kian tergerus. Jika dulu Tjong A Fie membangun masjid, sekarang hal sebaliknya yang terjadi. Sejumlah masjid di Kota Medan justru diruntuhkan pengusaha dan dijadikan kompleks perumahan atau pertokoan.

[lia]

KUMPULAN BERITA
# Kerukunan Umat Beragama

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Poros Muda yakin separuh kader Golkar di DPR tolak RUU Pilkada
  • Mayoritas subsidi energi 2015 tersedot buat BBM
  • Hot! Gagahnya Toyota CH-R tak kalah dengan HR-V!
  • Masih kecil, putra David Beckham sudah piawai jadi model
  • Likuiditas ketat, perbankan perlu tiru program Soeharto
  • Kekeringan, warga Lereng Merapi jual sapi untuk beli air
  • Mafia China ditengarai sebagai dalang penjualan iPhone BM
  • Starbucks luncurkan kopi yang terasa persis seperti bir
  • Pengusaha mamin sayangkan SBY tak berani naikkan BBM subsidi
  • Demokrat instruksikan kader di DPR hadiri paripurna RUU Pilkada
  • SHOW MORE