Marak penembakan, Komnas HAM minta Kapolda Sulteng dicopot

Reporter : Hery H Winarno | Selasa, 25 Desember 2012 01:07




Marak penembakan, Komnas HAM minta Kapolda Sulteng dicopot
Bentrok Lampung. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, mengecam ketidakprofesionalan dan kelalaian aparat kepolisian Sulawesi Tenggara (Sulteng) atas peristiwa penembakan enam anggota Brimob, Kamis (20/12) lalu. Kapolri diminta mengambil sikap tegas atas peristiwa tersebut dengan memberhentikan Kapolda Sulteng.

Desakan ini disampaikan sebagai tindak lanjut penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM dalam lima hari terakhir. Diakui oleh Siane, ditemukan banyak kejanggalan dalam peristiwa penembakan yang mengakibatkan tewasnya empat anggota Brimob tersebut.

"Harus dilakukan pengusutan secara tuntas apa penyebab terbunuhnya empat anggota Brimob di Kalora itu, sebab dari penyelidikan kami temukan banyak kejanggalan. Dan yang lebih penting, apapun hasilnya umumkan secara terbuka di media," tegas Siane di Jakarta (24/12).

Sikap terbuka dan jujur aparat kepolisian Sulteng sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti saat ini, sehingga tidak menjadikan masalah berlarut-larut. Tak kalah penting adalah tidak mengakibatkan trauma mendalam di internal aparat dan masyarakat secara luas.

Siane menambahkan, jika tak mampu melakukan evaluasi atas peristiwa yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya, Kapolda Sulteng Brigjend. Gede Parsana sudah selayaknya diberhentikan.

"Jika memang Kapolda Tak mampu melakukan evaluasi, Kapolri sebaiknya segera memberhentikannya," lanjutnya.

Dari hasil penyelidikannya ditemukan fakta enam polisi di Sulteng terbunuh dalam enam bulan terakhir, yang keseluruhannya tidak terungkap penyebab pastinya. Komnas HAM justru menemukan ketidakberesan dalam prosedur kerja yang diterapkan di jajaran kepolisian Sulteng, di antaranya tidak dikenakannya kelengkapan keamanan oleh aparat dalam tugas lapangan.

Siane yang merupakan Komisioner Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan tersebut juga menekankan pentingnya dilakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP), sehingga ditemukan fakta penyebab terbunuhnya enam anggota Brimob selama ini.

"Coba selidiki proyektil yang bersarang di tubuh korban. Serta jelaskan mengapa mereka sampai melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri," tandas Siane seraya meragukan pernyataan Kapolda Sulteng yang menyebut ke enam anggota Brimob tertembak saat menjalankan tugas patroli.

Selama lima hari melakukan pemantauan dan penyelidikan langsung di Poso dan Palu, Siane mengaku mendapati kondisi yang tak kalah memprihatinkan lainnya. Yaitu rasa takut yang menghinggapi masyarakat atas kelompok sipil bersenjata yang disebut-sebut ada di sekitar mereka. Masyarakat juga mengalami trauma karena beberapa kali terjadi peristiwa salah tangkap terhadap warga.

"Di mana warga harus meminta perlindungan, bila kondisinya seperti ini," pungkasnya.

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Teror Poso

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Tim Transisi Jokowi: Pastikan dulu rakyat aman baru naikkan BBM
  • Rekam jejak medis Chacha pengaruhi hak asuh anak?
  • ABG wanita Astuti ternyata tewas dibunuh & diperkosa kakak ipar
  • Diet nordic turunkan berat badan dengan banyak makan daging
  • KPK: Dana pendidikan Rp 368 T, namun 30 juta anak tak sekolah
  • Negara bagian di India larang hewan dikurbankan buat dewa
  • Mulan Jameela dan Maia Estianty, makin lama makin 'kembar'
  • Kejagung tetapkan mantan Kadis PU Ery Basworo tersangka korupsi
  • Jika kuota BBM jebol, perhitungan Pertamina tak tepat
  • Sidang pembunuh pencuri ayam mencekam, terdakwa mau dihabisi
  • SHOW MORE