Mantan Pangkostrad Letjen Djaja Suparman dijerat korupsi

Reporter : Ramadhian Fadillah | Senin, 22 April 2013 21:27

Mantan Pangkostrad Letjen Djaja Suparman dijerat korupsi
Djadja Suparman. wordpress.com

Merdeka.com - Mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI (Purn) Djadja Suparman terseret kasus dugaan korupsi tanah. Jenderal bintang tiga ini menjalani sidang perdana di Pengadilan Tinggi Militer III Surabaya dalam perkara tukar guling lahan milik milik Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya.

Oditur Militer Tinggi Letjen TNI Sumarsono menjelaskan Djaja terlibat dalam dugaan korupsi dana tukar guling tanah seluas 8,8 hektare senilai Rp 13,3 miliar di Dukuh Menanggal, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, pada 1998. Ketika itu terdakwa masih menjabat Pangdam Brawijaya.

"Terdakwa diduga telah melakukan pelanggaran dalam pelepasan tanah tersebut, karena dinilai masih belum mendapatkan izin dari Menteri Keuangan maupun Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad). Padahal, dalam prosedur hibah ataupun tukar guling, kewenangan Pangdam sebatas mengusulkan," katanya.

Dalam perkara tersebut, terdakwa dijerat dengan pasal 1 ayat 1 A jo pasal 28 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 dalam dakwaan primer serta pasal 1 ayat 1 B Undang-Undang No. 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pengacara terdakwa, Samiaji, dari Lembaga Bantuan Hukum Pancasila menyatakan keberatan atas dakwaan tersebut dan langsung mengajukan nota keberatan atau eksepsi.

"Keterangan yang diberikan oditur militer sangat bertentangan dengan fakta hukum yang ada. Kami menunggu tanggapan balik dari oditur mengingat kasus ini sudah cukup lama," ujarnya.

Perkara tersebut, kata dia, sudah bergulir lebih dari 30 bulan dan justru terdakwa yang aktif untuk menanyakan waktu sidangnya.

"Terdakwa sering menanyakan kepada institusinya tentang waktu dimulainya persidangan perkaranya. Ini terlihat aneh," ucapnya.

Sementara itu, Djadja menyatakan tidak ada tukar guling dalam perkara yang dituduhkan kepadanya.

Jenderal yang pensiun pada 2006 itu menjelaskan, dirinya pernah mengajak BPK dan KSAD untuk menyamakan persepsi soal pelepasan aset tentara tersebut.

"Namun, itu tak dituruti. Saya tidak korupsi. Saya tidak mengerti dakwaan oditur. Mengapa saya dinyatakan menggunakan uang ganti rugi untuk kepentingan pribadi," katanya.

Sidang yang cukup menarik pengunjung itu dilanjutkan pekan depan 29 April 2013.

[ian]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# TNI# Kasus Korupsi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





BE SMART, READ MORE
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Diduga hina Menpora, mahasiswa Samarinda diadukan ke Mabes Polri
  • Ayah tiri yang suruh anaknya jadi kurir ganja dibekuk polisi
  • Pemprov DKI akan ubah TPU Pondok Rangon jadi situs wisata sejarah
  • 5 Tips untuk dapatkan kulit sehat sempurna bagi calon mempelai
  • Phapros siapkan belanja modal 2016 Rp 126 miliar
  • BI minta BUMN siapkan investasi tampung dana repatriasi tax amnesty
  • Raup laba Rp 740 miliar, PT PP sebar dividen tahun ini Rp 148 miliar
  • Proyek gedung sekolah BIN Batam mangkrak, kini jadi tempat mesum ABG
  • Kolombia turut melegalkan pernikahan sejenis
  • Jaksa Agung bungkam ditanya Freddy Budiman akan dieksekusi
  • SHOW MORE