Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan hakim: Wakil Tuhan kok dipilih rakyat?

Mantan hakim: Wakil Tuhan kok dipilih rakyat? Gedung Mahkamah Agung. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Mantan hakim Asep Iwan Iriawan tidak sepakat jika proses seleksi hakim agung harus ditangani oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dia bahkan memberikan sindiran yang menyebut kedudukan DPR lebih rendah dibanding dengan Mahkamah Agung (MA).

"Wakil Tuhan kok dipilih wakil rakyat. Tuhan itu lebih tinggi dibanding rakyat," ujar Asep dalam diskusi buku 'Hakim, Menjaga Kehormatan di Tengah Cercaan' di Gedung Komisi Yudisial (KY), Jl Kramat Raya, Jakarta, Selasa (29/1).

Asep mengatakan, apabila proses seleksi itu masih diserahkan ke DPR, hal itu dapat mengancam proses penegakan hukum. "Kalau hakim tetap dipilih DPR, kepentingan-kepentingan politik akan masuk," kata dia.

Selanjutnya, kata Asep, kekhawatiran yang dirasakan dia bukan tanpa alasan. Indikasi ini dapat dilihat dari banyaknya anggota DPR yang berprofesi sebagai pengacara.

"Kita tahulah siapa Komisi III DPR, mereka itu kan para pengacara, di mana mereka memilih calon hakim agung untuk kepentingan komunikasi diplomatik saja ketika terpilih," ungkap Asep.

Lebih lanjut, Asep menambahkan, dia lebih sepakat jika seleksi calon hakim agung tidak masuk ke meja DPR. "Cukup sampai di KY saja," pungkas dia. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP