Maling mulai berani colong benda sakral di Pura Bali

Reporter : Mohamad Taufik | Kamis, 11 April 2013 15:14




Maling mulai berani colong benda sakral di Pura Bali
pencuri. shutterstock.com

Merdeka.com - Aksi pencurian benda sakral terjadi di Pura Side Rahayu di Desa Sedayu Tojan, Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Maling mencuri lima buah pratime (benda sakral), termasuk satu unit sangku slaka.

DIkutip dari Antara, seorang pengurus (Pengempon) Pura Side Rahayu Nengah Wenten, menjelaskan kejadian yang pertama kali diketahui oleh Jro Mangku Wayan Umbara alias Jro Mangku Sida Rahayu pada pukul 10.30 wita.

Jro Mangku saat itu mau melakukan persiapan untuk sembahyang karena kebetulan hari Tilem. Saat itu dia sudah curiga karena di belakang gedung tempat penyimpanan pretima setinggi empat meter ada tangga bambu.

Padahal tangga bambu itu biasanya disimpan di dapur, belakang pura. Setelah dilihat ke atas pura, Jro menyaksikan pintu gedong di sisi timur, tempat suci (pelinggih) terbuka.

"Setelah dicek lima buah pretima yang terbuat dari uang kepeng kuno dengan prerai terbuat dari emas murni lenyap dibawa kabur maling," jelas Jro Mangku.

Selain itu sebuah sangku slaka yang disimpan di meru tumpang tiga (tempat suci bertingkat tiga) juga hilang. Gedong sendiri dalam kondisi terkunci namun berusaha dicongkel atau dibuka paksa.

Selaian itu lima tungguh bunga emas untuk hiasan pretima juga hilang. Setelah membawa kabur barang-barang itu, maling diduga kabur dengan cara melompat tembok di sisi utara, lalu menuju persawahan di sebelah utara pura.

Hal itu bisa dilihat dari bekas tapak kaki pelaku. Sementara itu sekitar 200 meter di utara pura juga terdapat beberapa bagian pretima, seperti uang keping yang tidak asli dan bagian kayu cendana dibuang begitu saja di kandang sapi.

"Sementara emas emas yang ada dalam prerai pretima sudah dikupas," ujarnya.

Selain itu uang keping asli sebanyak 200 biji juga dibawa kabur pencuri. Atas kejadian tersebut kerugian material ditaksir mencapai Rp 50 juta. Dari semua pretima tersebut emas diperkirakan mencapai 35 gram.

Pura Sida Rahayu merupakan pura tertua di Sedayu. Pura ini dibagun tahun 1807. Pura ini sungsung (diempon) tiga kepala keluarga yakni Jro Mangku Sida Rahayu, Nengah Wenten dan Ketut Redana.

Pura tersebut menggelar karya agung terakhir tahun 2005. Sementara piodalan dilakukan setiap setahun sekali saat purnama Kedasa.

Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudatni Wirawati langsung turun ke lapangan melakukan pemantauan, didampingi Danramil Banjarangkan Lattu Ni Ketut Purniawati, Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Nyoman Suparta.

[mtf]

KUMPULAN BERITA
# Pencurian

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Nicholas Saputra dan Dian Sastro, 12 tahun setelah AADC
  • Swedia jadi negara Eropa Barat pertama akui Palestina
  • Karakter atasan buruk, karyawan tidak puas kerja
  • Rumah di Inggris dilelang mulai harga Rp 15 ribu
  • Ini pengakuan guru SMP di Bandung yang cabuli belasan siswi
  • Kapolri laporkan ancaman teroris & serangan bom pada JK
  • 8 Bulan kerja, BPJS Kesehatan terima iuran peserta Rp 25,6 T
  • Tukang plagiat gaya Kim Kardashian - Kanye West, seperti apa?
  • Pantau laut RI, Menteri Susi ajak KSAL tindak kapal nakal
  • Korban pemerasan admin triomacan2000 bukan cuma Bos Telkom
  • SHOW MORE