Mahfud MD sebut mafia narkoba gentayangan di Istana

Reporter : Baiquni | Kamis, 8 November 2012 17:03




Mahfud MD sebut mafia narkoba gentayangan di Istana

Merdeka.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menduga mafia narkoba bergentayangan di Istana. Dugaan itu muncul lantaran Mahfud melihat mudahnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan grasi terhadap gembong narkoba.

"Ini sekarang sudah berpengaruh ke lingkaran istana," ujar Mahfud usai seminar bersama IKA UII di Hotel Bidakara, Jakarta, Kais (8/11).

Ketua Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) ini mengatakan, terdapat fakta lain yang memperkuat dugaannya. Fakta itu adalah adanya oknum dari jaringan mafia itu yang khusus bekerja untuk meringankan hukuman orang-orang yang terjerat kasus narkoba.

Mahfud menjelaskan hal ini berdasar pada perkataan Ketua LSM Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Henry Yosodingingrat. "Betul apa yang dikatakan Henry Yoso. Ada yang menghubungi hakimnya, ada yang ke Mahkamah Agung (MA), kejaksaan, dan macam-macam," terang Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud mengira jaringan mafia itu bekerja dengan sangat hebat dan rapi. "Pasti permainan mafianya, mafia hebat. Mafia narkoba itu memang mafia yang sangat hebat," kata dia.

Dugaan serupa pernah terjadi di lingkungan Istana. Sebelumnya, seorang asisten staf khusus presiden tertangkap polisi dalam penggeledahan di Apartemen Sudirman pada Rabu (10/10).

Polisi sempat mengamankan asisten itu beserta barang bukti serupa sabu seberat 0,2 gram sepucuk senjata api. Tetapi, setelah melakukan pemeriksaan, polisi akhirnya melepas sang asisten lantaran hasil tes urine terbukti negatif.

Seperti diketahui, SBY memberikan grasi terhadap terpidana narkoba Mairika Franola alias Ola yang mendapat vonis mati pada Agustus 2000 lalu. Dia bersama dua orang sepupunya, Deni Setia Maharwa dan Rani Andriani terbukti bersalah menyelundupkan 3,5 kilogram heroin dan 3 kilogram kokain melalui Bandara Soekarno-Hatta dalam perjalanan menuju London pada 12 Januari 2000.

Ola yang divonis hukuman mati lalu mendapat grasi dan hukumannya menjadi hukuman seumur hidup karena dinilai telah berperilaku baik selama masa penahanan. Tetapi, belakangan BNN menyatakan Ola terbukti mengendalikan peredaran narkoba meskipun telah mendapat grasi.

[did]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Pemuka kaum Yahudi Indonesia dikubur di San Diego Hills
  • Isi bensin, sedan tiba-tiba meledak dan bakar SPBU di Batam
  • Abaikan perintah Dahlan, Pertamina tak mau lakukan lindung nilai
  • Jokowi belum bahas syarat menteri harus lepas jabatan parpol
  • JK: Ganti nama kementerian mahal, bisa ratusan miliar
  • Menkum HAM akan kejar buron kasus Century yang beli klub Rangers
  • Pertamina: Putusan CT bikin kuota BBM tidak bisa dikendalikan
  • Tahanan Polres Solok ditemukan tewas gantung diri di sel
  • Temukan penerima ganda, KJP terancam tidak ditambah
  • Dukung pilkada langsung, Demokrat bantah mau gabung Jokowi-JK
  • SHOW MORE