Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mahasiswi Petra yang gantung diri dikenal pendiam

Mahasiswi Petra yang gantung diri dikenal pendiam ilustrasi gantung diri. sxc.hu

Merdeka.com - Sosok Zsa Zsa Jasica Shienjaya (19) atau biasa dipanggil Sasa Yesika Sinjaya dikenal pribadi yang pendiam oleh beberapa rekan satu kos, maupun teman-teman satu angkatannya di Universitas Kristen (UK) Petra, Surabaya, Jawa Timur.

Hal ini terungkap ketika, beberapa mahasiswa Fakultas Komunikasi UK Petra ditanya soal siapa Sasa. Rata-rata mereka mengatakan tidak mengenal dan tidak mengetahui kejadian bunuh diri yang menimpa rekan satu angkatannya itu, Senin (18/6) malam.

"Mahasiswa di sini banyak. Rata-rata satu sama lain tidak ada yang saling kenal, kalau bukan teman dekat atau teman satu bangku. Kita memang tahu sih mahasiswi yang namanya Sasa, tapi kita tidak mengenalnya," kata satu di antara tiga mahasiswa yang mengaku satu kelas dengan Sasa, Selasa (19/6) di Kampus UK Petra.

Kelihatannya, lanjut dia, yang namanya Sasa itu anaknya pendiam. "Jadi kami tidak begitu akrab apalagi mengenalnya," kata dia lagi sembari berlalu masuk ruang kelas tanpa menyebut nama.

Bahkan, dosen-dosen Fakultas Komunikasi juga mengaku tak banyak yang tahu tentang gadis berkulit sawo matang, yang pada Senin malam mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dalam kamar kos itu.

"Dia (korban) kan masih baru masuk kuliah. Baru 2011 kemarin. Jadi kita tidak banyak mengenalnya, tadi juga sempat saya tanyakan ke bagian jurusan, rata-rata para dosen juga mengatakan seperti itu," terang Humas UK Petra, Ajeng Dyah ditemui di kantornya.

Pun begitu dengan Andi, rekan Sasa yang kali pertama mengetahui mahasiswi angkatan 2011 itu meregang nyawa karena gantung diri dengan tali rafia.

Selama mengenal korban, Andi mengaku tidak banyak tahu tentang gadis asal Lombok, Mataram, NTB tersebut. Dia hanya mengenal korban sebagai pribadi yang asyik dan tidak terlalu banyak bicara.

"Dia yang kali pertama menolong korban, dan langsung membawa korban ke klinik terdekat bersama satpam kompleks," sahut Kapolsek Wonocolo, Kompol M Machali.

Seperti diketahui, pada Senin (19/6) sore, Andi berniat menemui korban di tempat kosnya di komplek Padang Pasir C-27 Jalan Siwalankerto.

Mengetahui teman perempuannya itu meregang nyawa, Andi dan beberapa rekan satu kos korban berniat menolong dan membawanya ke klinik, karena korban masih bernafas. Sayang, nyawa Sasa tetap tidak tertolong.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada sebuah akun twitter atas nama @Enutz menyebutkan: “Ada pembunuhan di Petra. Cewek dari Lombok angkatan 2011. Kos Padang Pasir C-27, Siwalankerto, Surabaya. Motif asmara.”

Selanjutnya, pada reply twitter @Enutz itu, dijawab bukan pembunuhan, tapi seorang mahasiswi UK Petra angkatan 2011 bernama Sasa tewas gantung diri karena sang pacar tidak datang di hari ulang tahunnya. Kejadianya sekitar pukul 20.00-21.00 WIB. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP