Mahasiswa STAN jangan keblinger seperti \'abangnya\'
Merdeka.com - Mulai dari dosen sampai mahasiswa menampik jika STAN tidak memberikan pelajaran moral baik di dalam kurikulum hingga peraturan kampus. Pelajaran agama dan kewarganegaraan yang diberikan pada tingkat D1 serta peraturan yang super ketat membuat tidak ada celah bagi ketidakjujuran berkembang.
"Dari awal kejujuran di STAN dijunjung tinggi, kami tidak menoleransi tindakan curang di saat ujian disiplin dan kejujuran nomor satu. Para pendidik juga mengingatkan jangan sampai keblinger seperti abangnya," jelas Presiden Mahasiswa STAN Teguh Hartanto kepada merdeka.com di kampus STAN, Bintaro, belum lama ini.
"Dalam pelajaran etika profesi kami diberitahu kami sebagai penjaga keuangan negara jadi kami aware dengan bahaya profesi dan betapa besar risiko profesi ini," imbuhnya.
STAN memang tidak main-main dalam melatih kedisiplinan kepada mahasiswanya. Dosa-dosa mahasiswa seperti mencontek, bolos hingga persoalan berpakaian diatur ketat. Beberapa mahasiswa yang ditemui merdeka.com juga mengaku beberapa teman dan senior mereka sudah merasakan ketatnya peraturan dalam STAN.
"Di sini ketat, nyontek dicatat, IP kurang DO, terlambat 15 menit tidak boleh masuk, baju juga ada aturannya. Dari awal para dosen sudah bilang kalau ada yang berlainan visi silakan keluar. Di sini kalian diajar untuk berbakti pada negara bukan memperkaya diri," ucap salah seorang mahasiswi STAN, Yoke, menirukan ucapan dosennya.
Sementara dosen pajak STAN, Yosef Purnomo juga mengamini bahwa peraturan dan kurikulum sudah baik. Tak ada alasan bibit-bibit korupsi muncul di sini.
Menurutnya, jika memang peraturan dan kurikulum sudah sedemikian ketat dan bagus hendaknya para mahasiswa terus menerapkan nilai-nilai disiplin dan kejujuran ketika mereka sudah menjadi pegawai negeri sehingga tidak ada lagi Gayus Gayus selanjutnya.
Etika profesi
Pelajaran etika profesi juga diajarkan pada mahasiswa STAN tingkat 3. Pelajaran ini memuat tentang nilai-nilai moral yang wajib dijunjung tinggi oleh calon pegawai negeri. Nilai-nilai tersebut antara lain nilai agama, nilai kewarganegaraan termasuk nilai-nilai antikorupsi.
"Dalam mata kuliah ini mahasiswa dikenalkan dengan berbagai aturan (agama, hukum, moral, dan etiket), contoh-contoh tentang tindakan korupsi dari yang terkecil sampai yang besar, cara menghindari tindakan korupsi dan akibat yang ditimbulkan dari korupsi," ujar Bambang Imam, salah satu dosen etika profesi STAN.
Bambang menambahkan, secara pribadi dia yakin yakin mata kuliah etika profesi di STAN jika dilakukan secara serius akan memperkecil tindakan korupsi.
Mahasiswa STAN mengganggap mata pelajaran ini amat penting sebagai pegangan ketika masuk di dunia kerja. "Adanya etika profesi membuat kami aware dengan bahaya profesi dan betapa risikonya profesi kami," kata Teguh Hartono, Presiden Mahasiswa STAN kepada merdeka.com.
Kampus STAN kembali menjadi sorotan, saat salah satu alumninya, Tommy Hendratno bersama dua orang lainnya tertangkap tangan KPK di sebuah rumah makan di Tebet, Jakarta Selatan, dua hari lalu. Alumni STAN lainnya, Dhana Widyatmika, dan Gayus Tambunan, juga terseret kasus korupsi pajak. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya