Merdeka.com tersedia di Google Play


Mabes Polri razia peredaran software ilegal di Bandung

Reporter : Andrian Salam Wiyono | Rabu, 19 Juni 2013 22:32


Mabes Polri razia peredaran software ilegal di Bandung
Razia software ilegal. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) melalui Unit I Indag, Direktorat II Tipideksus, menggelar razia terhadap sejumlah pelanggaran hak cipta perangkat lunak komputer (Software) di Bandung Electronic Center (BEC) pada Rabu (19/6) sore.

Tim yang dipimpin Kanit I Subdit Industri dan Perdagangan Mabes Polri AKBP Rusharyanto mengatakan penindakan dilakukan atas dasar pelaporan beberapa perusahaan pemegang hak cipta software.

Razia juga dilakukan sebagai bentuk implementasi program sosialisasi Be Safe With Genuine dan program Mall IT Bersih, yang telah dilakukan beberapa waktu lalu di beberapa kota besar.

"Saat kami menggelar razia di Jakarta ada sekitar 439 CD Software tidak berlisensi dari tiga toko CD, lima laptop hard disk loading dari tiga toko komputer dan satu toko CD," kata Rusharyanto di sela sidak, Rabu (19/6).

Dalam razia tersebut, pihaknya mengerahkan 13 penyidik dan lima tim IT Mabes Polri. Pihaknya akan melakukan razia ke lima toko yang terdeteksi dugaan adanya software ilegal.

Sebelumya kata dia, sudah memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menggunakan software asli.

"Dengan adanya razia dan edukasi kampanye perlindungan konsumen komputer dan pelaku bisnis yang jujur dari kerugian yang disebabkan pelanggaran atau pembajakan software," jelasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Pemegang Hak Cipta Maya Ghita Gunadi menyatakan kampanye selain dilakukan Bareskrim Mabes Polri dan Ditjen HKI Kementerian Hukum dan HAM, ikut juga para pemegang hak Cipta yang tergabung dalam Masyarakat Anti Pemalsuan Indonesia (MIAP).

"Kami bersama-sama melalui kegiatan sosialisasi program Mal IT Bersih di beberapa kota besar di Indonesia," jelasnya.

Selama ini dia menjelaskan modus pelaku yang sering terjadi adalah dengan penjualan PC atau Laptop "Naked" atau tidak ada software-nya sama sekali. "Ini tidak melanggar tapi yang jelas mendorong pembeli untuk memasang software bajakan," ungkapnya.

Maka dari itu, penjual diimbau untuk menjadi bagian aktif dalam perlindungan HKI. Melalui peranan mereka untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik dengan melakukan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab.

[ren]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Hak Kekayaan Intelektual, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Hak Kekayaan Intelektual.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Leonardo DiCaprio lancarkan balas dendam di film terbaru!
  • Bridestory.com, komunitas wedding vendor yang inspiratif
  • Demi ikut pemilu ulang, Suku Bela tempuh 45 kilo berjalan kaki
  • Hadiri rapat di PBNU, JK tak bahas soal cawapres Jokowi
  • Usai pesta miras oplosan, 6 orang di Malang tewas
  • JK: Belum ada komunikasi dengan Jokowi
  • Pengamat sebut Jokowi jangan buat warga beli kucing dalam karung
  • Monyet di Brasil ini sedih saat melihat pasangannya sekarat
  • Korupsi Rp 2 M, direktur keuangan PD Pembangunan Medan ditahan
  • Soal UN di Bangkalan hanya tersedia 4 pilihan jawaban
  • SHOW MORE