Longsor di Freeport, 28 orang terkubur di bawah tanah

Reporter : Lia Harahap | Selasa, 14 Mei 2013 11:03




Longsor di Freeport, 28 orang terkubur di bawah tanah
PT Freeport. REUTERS/Muhammad Yamin

Merdeka.com - Sebanyak 28 orang pekerja PT Freeport di Mimika, Papua, terjebak akibat longsor di Goozen Under Ground, Selasa (14/5). Longsor terjadi sekitar pukul 09.00 WIT.

"Kalau laporan sementara ada 28 (pekerja) yang terjebak," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya kepada merdeka.com.

Saat ini, tim evakuasi masih melakukan upaya penyelamatan. Longsor terjadi saat mereka sedang bekerja.

"Saya masih menunggu laporan lengkap. Saat ini masih diupayakan penyelamatan," ujarnya.

Soal penyebab longsor juga belum diketahui. Polisi masih melakukan koordinasi dengan tim evakuasi di lokasi kejadian.

[has]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Lihat Jokowi dikepung ribuan orang, Beniqno merinding
  • Bawa boneka Pikachu, pria nekat lompati pagar Gedung Putih
  • Ini identitas polisi Polres Jakut tewas dihantam Cirebon Ekspres
  • Jokowi batal umumkan menteri gara-gara peringatan KPK
  • Orang religius terbukti lebih suka nonton film porno
  • Cerita istri sewa pembunuh bayaran mutilasi suami asal Inggris
  • Menguak misteri patung kayu tertua di dunia, Shigir Idol
  • Kekerasan rumah tangga tak sekedar tinggalkan luka fisik!
  • Serangan jantung, kakek 63 tahun tewas di gerbong KA Brantas
  • Kementerian (masih) tanpa menteri
  • SHOW MORE