Lobi pimpinan DPR buntu!
Merdeka.com - Forum lobi yang dilakukan pimpinan DPR dan pimpinan fraksi di Lantai 2, Gedung Nusantara 2, menemui jalan buntu.
"Tidak ada titik temu. Enam fraksi berpandangan UU itu bisa diubah sesuai dengan kebutuhan pemerintah dan tiga fraksi tetap berpendapat menolak ayat 6a," ungkap Wakil Ketua DPR Pramono Anung di gedung DPR, Jumat (30/3).
Dia menyebutkan, jika harus diputuskan melalui voting, tiga fraksi akan tetap pada sikap politiknya yakni tidak berkenan mengubah atau mencabut pasal 7 ayat 6. Tiga fraksi yang sudah menentukan sikap tersebut adalah Fraksi PDIP, Fraksi Gerindra, dan Fraksi Hanura. "Tidak mau ada perubahan, sehingga artinya tidak ada kenaikan BBM," jelasnya.
Sedangkan enam fraksi lainnya, kata Pramono, pada dasarnya belum menentukan sikap tegas. Keenam fraksi masih bermain dalam besaran angka selisih harga ICP riil dengan asumsi, untuk menaikkan harga BBM . Angka selisih yang muncul sebagai patokan adalah 5 persen dari asumsi, 10 persen dari asumsi, dan 20 persen dari asumsi.
Pramono menegaskan, partainya bersama Gerindra dan Hanura tidak akan mengikuti voting sesi kedua jika hasilnya diputuskan menyetujui kenaikan harga BBM bersubsidi. PDIP dan dua fraksi lain akan mempertimbangkan walkout dari ruang sidang jika voting menyetujui kenaikan harga BBM. "Kita tidak ikut voting dalam hal itu. Kemungkinan apakah kita keluar atau di dalam akan kita lihat," tambahnya. (mdk/oer)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya