Lepas Jemaah Haji Asal Papua, Pesan Pendeta: Jaga Etika dan Marwah
Merdeka.com - Ratusan jemaah calon haji (JCH) asal Papua dilepas untuk berangkat ke Tanah Suci, Arab Saudi dari Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (29/6). Keberangkatan 393 JCH didampingi langsung Pendeta Amsal Yowei sebagai Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Papua.
Pdt Amsal Yowei menjelaskan 393 JCH dari Papua berasal dari delapan kabupaten/kota. Ia menitip pesan kepada JCH asal Papua menjaga etika, kerja sama dan kondisi kesehatan saat melaksanakan ibadah haji.
"Bapak ibu ini adalah duta-duta Indonesia. Jaga etika, jaga marwah kita. Ada banyak suku dan budaya kita yang patut menjadi contoh, panutan dan teladan bagi yang lain," kata Amsal Yowei.
Ia menambahkan 393 JCH yang berangkat haji merupakan orang yang mendapatkan anugerah. Olehnya itu, ia mengingatkan agar JCH tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan beribadah secara khusyuk.
"Bapak ibu adalah orang yang mendapat anugerah sehingga dipanggil oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa untuk melaksanakan ibadah haji. Jangan sia-siakan kesempatan ini, semoga menjadi haji yang mabrur", kata dia.
Dia merinci 393 JCH berasal dari Kota Jayapura sebanyak 128 orang. Selanjutnya Kabupaten Mimika sebanyak 150 orang.
"Kabupaten Jayapura 25 orang, Nabire 56 orang, Jayawijaya 10 orang, Asmat 10 orang, Paniai 3 orang, Keerom 5 orang, Biak 1 orang dan Deiyai 1 orang. Selain itu ada 4 petugas kloter," sebutnya.
Sementara Kepala Bidang Pembekalan PPIH Embarkasi Makassar, Faturrahman mengungkapkan bahwa ada tata tertib yang harus dipatuhi oleh JCH selama 24 jam keberadaannya di Asrama Haji Makassar. Ia mengatakan PPIH Embarkasi Makassar akan memberikan layanan terbaik bagi JCH selama menjalankan ibadah haji.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya