Laporan korupsi UI mandek di KPK, Effendi Ghazali Cs ngadu ke MK

Reporter : Baiquni | Kamis, 28 Februari 2013 16:10




Laporan korupsi UI mandek di KPK, Effendi Ghazali Cs ngadu ke MK
Kampus UI Depok. ©2012 belladanhalabsurdgakpenting

Merdeka.com - Sejumlah pakar yang tergabung dalam Gerakan Universitas Indonesia Bersih (GUIB) resah terhadap laporan dugaan korupsi sejumlah proyek pembangunan UI. Sebab, laporan tersebut belum ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Atas dasar itu, GUIB mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) untuk berkonsultasi terkait langkah yang dapat ditempuh. Mereka berencana mencabut laporan itu untuk dialihkan ke pihak kepolisian.

"Kami melaporkan kasus kami di UI sejak 2011 ke KPK. Lengkap dengan berkas-berkasnya. Muncul pertanyaan, kalau sudah diserahkan ke KPK, adakah hak terlapor untuk mencabut laporan biar bisa diberikan ke pihak lain seperti kepolisian," ujar salah satu anggota GUIB yang merupakan Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (28/2).

Effendi mengatakan, laporan tersebut terkait dengan proyek pembangunan gedung yang berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 17, Cikini, Jakarta Pusat. Menurut dia, GUIB telah melakukan penelusuran dan mendapat informasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menyatakan pembangunan itu bermasalah sejak tahun 1993.

"Gedung itu di atas tanah UI seluas 2,3 hektare. Menurut Kemenkeu, tidak ada izin dan tidak ada tender. Menurut BPK ada kerugian negara mencapai Rp 43 miliar. Tapi bangunan ini masih dibangun sedemikian rupa," kata Effendi.

Selanjutnya, kata Effendi, pihaknya mendapat informasi laporan tersebut telah diselidiki oleh KPK. "Tetapi sampai sekarang tidak ditingkatkan menjadi penyidikan," ucap dia.

Menanggapi hal ini, Ketua MK Mahfud MD menyatakan, laporan GUIB tersebut sudah tidak lagi dapat dicabut. Hal itu merujuk pada ketentuan Undang-undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Kalau sudah diselidiki, tidak boleh dicabut. Kecuali jika masih dalam tahap pelaporan," terang Mahfud.

Mendapat jawaban tersebut, Effendi lantas akan mengajukan upaya hukum berupa judicial review. "Kalau begitu, kami akan mengajukan judicial review secepatnya," pungkas dia.

Effendi hadir bersama dengan beberapa anggota GUIB. Dalam pertemuan itu, Pakar Sosiologi Thamrin S Tomagola dan Komisioner KPI Nina Muthmainnah Armando juga turut hadir.

[ren]

KUMPULAN BERITA
# Korupsi UI# UI

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Warga belum tahu di Jakarta Pusat tidak ada solar bersubsidi
  • Kanker rahim penyebab ibunda Tika Bravani meninggal
  • Dibawa kabur, bayi di Pekanbaru dibunuh penculiknya
  • Skutik Yamaha Roda 3, mungkinkah masuk Indonesia?
  • Gagal empat besar, Van Gaal langsung dipecat
  • Lebaran, tarif parkir di Malioboro naik jadi 2 kali lipat
  • Israel dan Hamas setuju 72 jam gencatan senjata di Gaza
  • Kadin: Lewat jalur resmi biaya perizinan masih mahal
  • Liburan ke Pelabuhan Ratu, 3 anak tewas tenggelam terseret ombak
  • Tekuni bisnis trading online, Kevin Aprilio tak lagi bermusik?
  • SHOW MORE